SMARTNEWS.ID – Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung kembali menggelar Ujian Terbuka Disertasi bagi Nurul Hidayah (NPM: 2386031011), Kamis, 5 Maret 2026. Dalam sidang tersebut, Nurul mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Mutu Program Literasi Madrasah Ibtidaiyah di Kota Bandar Lampung.”
Ujian terbuka yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB itu dihadiri pimpinan sidang, tim penguji, sivitas akademika, serta tamu undangan di lingkungan Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung.
Sidang dipimpin oleh Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D. selaku Ketua Sidang, dengan Prof. Dr. H. Muhammad Akmansyah, M.A. sebagai Sekretaris Sidang. Proses ujian berlangsung dinamis dengan berbagai masukan akademik dari tim penguji untuk memperkuat kualitas disertasi, baik dari aspek konseptual, metodologis, maupun implikasi praktis bagi pengembangan manajemen pendidikan di madrasah ibtidaiyah.
Dalam paparannya, Nurul Hidayah menjelaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam peningkatan mutu pendidikan dasar, khususnya pada madrasah ibtidaiyah yang memiliki karakteristik keislaman serta tantangan mutu yang beragam. Oleh karena itu, pengelolaan program literasi memerlukan pendekatan manajerial yang sistematis, berkelanjutan, serta terintegrasi dengan budaya belajar di madrasah.
Penelitian tersebut bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan manajemen mutu program literasi madrasah ibtidaiyah di Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada tiga madrasah ibtidaiyah, yakni MIN 5 Bandar Lampung, MI Terpadu Muhammadiyah Bandar Lampung, dan MI Al Hikmah Bandar Lampung.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan dukungan perangkat lunak NVivo untuk memvisualisasikan data melalui project map sehingga pola implementasi manajemen mutu program literasi dapat diidentifikasi secara lebih sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu program literasi di ketiga madrasah tersebut dilaksanakan melalui empat tahapan utama. Tahap pertama adalah perencanaan yang meliputi penyusunan tujuan program, pembentukan tim literasi, perencanaan sarana prasarana, serta penyusunan roadmap literasi jangka pendek dan jangka panjang berbasis kebutuhan peserta didik.
Tahap kedua adalah pelaksanaan, yang dilakukan melalui pembiasaan membaca sebelum pembelajaran, pemanfaatan pojok baca kelas, layanan perpustakaan, integrasi literasi dalam proses pembelajaran, serta pengembangan literasi digital.
Tahap ketiga yaitu evaluasi, yang dilakukan melalui pemantauan capaian belajar berbasis literasi, pengamatan minat baca peserta didik, tingkat kunjungan perpustakaan, serta partisipasi siswa dalam berbagai kegiatan literasi.
Sementara tahap keempat adalah tindak lanjut, yang meliputi pengembangan sarana prasarana literasi, penambahan koleksi bacaan, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan literasi dan pembelajaran digital.
Sebagai kontribusi ilmiah, penelitian ini menghasilkan model implementasi manajemen mutu program literasi MULI-NUHA, yang diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan manajemen literasi pada madrasah ibtidaiyah maupun lembaga pendidikan dasar lainnya.
Adapun tim penguji dalam ujian terbuka tersebut terdiri dari Prof. Dr. H. Agus Pahrudin, M.Pd., Prof. Dr. Imam Syafe’i, M.Ag., Dr. Ahmad Fauzan, M.Pd., Dr. Koderi, M.Pd., serta Dr. H. Mujib, M.Pd. Kehadiran para penguji memberikan penguatan akademik sekaligus memperkaya kontribusi penelitian dalam bidang manajemen mutu pendidikan dasar berbasis literasi di madrasah.
Sebagai bagian dari persyaratan ujian promosi doktor, Nurul Hidayah juga berhasil mempublikasikan artikel ilmiah berjudul “Quality Management Strategies in Facing the Resilience Crisis of Elementary Madrasahs in the 5.0 Era” pada jurnal Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam yang diterbitkan oleh Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto dan terindeks Scopus Q1.
Berdasarkan hasil keputusan sidang, Nurul Hidayah dinyatakan lulus dengan predikat Summa Cum Laude sebagai bentuk apresiasi atas kualitas akademik, kontribusi penelitian, serta capaian publikasi ilmiah yang berhasil diraih. (***)