Humaniora

Tok…Tok…Tok…! Persoalan Internal SMKN 3 Bandar Lampung Selesai

Usai Rapat Koordinasi, Guru Saling Berpelukan

BANDAR LAMPUNG (smartnews.id) – Persoalan yang menimpa internal SMK Negeri 3 Bandar Lampung, telah menemui titik temu. Tuntutan siswa dan guru menginginkan kepala sekolah Suniyar mundur dari jabatan, sepakat diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

Kesepakatan untuk tidak melanjutkan persoalan lebih lanjut, dilakukan usai seluruh sivitas akademika sekolah melakukan rapat koordinasi, di sekolah setempat, Senin (30/9/2019). Sejumlah wakil kepala sekolah sebelumnya telah mengundurkan diri, kini diminta kembali menduduki posisinya.

Seperti diutarakan salah satu guru, Cik Aprina – mewakili para guru SMK Negeri 3, bahwa persoalan internal sekolah telah usai. Seluruh guru dan siswa, kini telah kembali melakukan aktivitas proses kegiatan belajar mengajar. Termasuk kepala sekolah yang diminta mundur siswa, kini dipercaya kembali memimpin sekolah.

Hal tersebut menurutnya, guna kepentingan bersama serta kemajuan sekolah. “Alhamdulillah persoalan di SMK Negeri 3 telah selesai. Semua telah bergandengan tangan untuk memajukan sekolah. Insya Allah, kejadian serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari,” ujar dia, usai rapat koordinasi bersama dewan guru, Senin.

Perwakilan guru SMK Negeri 3 Bandar Lampung Cik Aprina (tengah), saat memediasi guru guna menyelesaikan persoalan internal sekolah.

Seperti diketahui, pada Kamis (26/9/2019), ratusan siswa dan guru SMK Negeri 3 Bandar Lampung, melakukan unjuk rasa di halaman sekolah, meminta sekolah memerhatikan sarana dan prasarana, serta fasilitas praktik siswa. Buntutnya, siswa meminta kepala sekolah, Suniyar, mengundurkan diri dari jabatannya.

Guna menyelesaikan masalah tersebut, pada hari itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar beserta jajarannya, melakukan pertemuan dengan para pihak. Termasuk dilakukan rapat koordinasi antara sekolah dan komite sekolah, guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Lebih lanjut Cik Aprina mengatakan, tuntutan para siswa saat unjuk rasa pada Kamis pekan lalu, agar sekolah memerhatikan sarana dan prasarana, serta fasilitas praktik siswa, telah direspon dengan baik oleh kepala sekolah. Sekolah menurutnya, akan memenuhi dan memperbaiki secara bertahap.

“Sejumlah tuntutan siswa telah disikapi oleh kepala sekolah. Namun, perbaikan dilakukan secara bertahap. Ini merupakan langkah positif bagi kemajuan sekolah, terutama bagi kepetingan para siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Inikan sekolah kejuruan, tentu perlakuannya berbeda,” ujar dia.

Kepala SMK Negeri 3 Bandar Lampung Suniyar, saat memeluk guru, usai penyelesaian internal sekolah.

Terkait jabatan kepala sekolah, menurut dia hingga saat ini para guru dan siswa masih memercayakan kepada Suniyar. Menurutnya, proses pergantian kepala sekolah merupakan wewenang Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Kepala Disdikbud Lampung Sulpakar.

“Proses pergantian kepala sekolah ada proses dan mekanismenya, dan tidak serta merta. Ini berlaku juga bagi seluruh sekolah. Kami sepakat bahwa kepala dan wakil kepala sekolah di sini, masih diemban Ibu Suniyar dan guru-guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah,” ujar dia.

Hal serupa juga dikatakan guru lain, Wirda Wahyuning Ayu, bahwa dengan selesainya persoalan internal sekolah, ke depan diharapkan mutu sekolah semakin baik. “Kalau manajemen sekolah tidak baik, maka yang menjadi korban adalah siswa. Kami tidak ingin itu terjadi,” ujar dia.

Sementara Kepala SMK Negeri 3 Bandar Lampung Suniyar berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan persoalan di sekolahnya. Adanya peristiwa tersebut, dirinya akan lebih peka serta mendengarkan masukan dari semua pihak, guna kemajuan sistem pendidikan di sekolah.

“Ini adalah ujian dan teguran bagi saya. Dan, saya akan mengambil hikmah baiknya. Dengan adanya kejadian ini, saya sadar bahwa saya memiliki kekurangan di mata teman-teman di sekolah, terlepas setiap manusia memiliki kekurangan. Saya adalah manusia bisa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan,” terangnya.

Disinggung mengenai jabatan selaku kepala sekolah, Suniyar menyerahkan langsung kepada Gubernur Lampung dan Kepala Disdikbud Lampung. “Saya sudah membuat surat pernyataan terkait jabatan ini. Semua keputusan sepenuhnya saya serahkan kepada Gubernur Lampung Cq Kepala Disdikbud Bapak Sulpakar,” kata dia.

Penyelesaian persoalan internal SMK Negeri 3 Bandar Lampung, ditutup dengan saling memaafkan antarguru. Terlihat pula kepala sekolah Suniyar, memeluk satu persatu guru di sana, yang menandakan bahwa persoalan berakhir. Kesepakatan penyelesaian tersebut juga disaksikan sejumlah awak media. (YUS)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close