SMARTNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mulai merumuskan langkah strategis untuk menghadapi dinamika global, khususnya dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Pembahasan Rancangan Awal Perubahan RKPD 2026 dan Prioritas Pelaksanaan APBD 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di ruang kerjanya, Rabu, 25 Maret 2026.
Rapat turut dihadiri sejumlah perangkat daerah strategis, termasuk Bappeda Provinsi Lampung dan BPKAD Provinsi Lampung, yang menjadi garda utama dalam merumuskan kebijakan fiskal dan perencanaan pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Marindo menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa mengabaikan dampak konflik global yang berpotensi memicu ketidakpastian ekonomi, seperti fluktuasi harga energi, gangguan rantai pasok, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat.
“Kita harus menyiapkan berbagai bentuk mitigasi terhadap situasi global yang berkembang akibat dampak dari konflik Timur Tengah. Bappeda dan BPKAD perlu melihat kondisi secara komprehensif untuk menentukan langkah apa saja yang bisa kita lakukan,” ujarnya.
Ia menekankan, respons kebijakan yang disusun harus bersifat adaptif dan terukur, sekaligus mampu melindungi masyarakat dari potensi tekanan ekonomi yang bisa muncul sewaktu-waktu. Pemerintah provinsi juga memastikan bahwa skema kebijakan yang disiapkan tidak akan menambah beban masyarakat.
Di tengah upaya penyesuaian anggaran, Marindo mengingatkan agar program-program prioritas daerah tetap berjalan tanpa terganggu. Fokus pembangunan seperti hilirisasi, peningkatan produksi pertanian, program Desaku Maju, serta pembangunan infrastruktur dinilai tetap krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program prioritas harus tetap berjalan. Kita tidak ingin upaya antisipasi ini justru menghambat agenda pembangunan yang sudah direncanakan, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Langkah antisipatif ini menunjukkan keseriusan Pemprov Lampung dalam merespons dinamika global secara proaktif, sekaligus menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan keberlanjutan pembangunan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. (***)