ISTIMEWA
SMARTNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Pesawaran mulai memperkuat skema pembiayaan hijau untuk petani dengan menggandeng Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui fasilitas dana bergulir sektor kehutanan.
Langkah ini diarahkan untuk mendorong praktik usaha berbasis lingkungan sekaligus membuka akses permodalan yang lebih luas bagi pelaku perhutanan sosial.
Kerja sama tersebut mengintegrasikan pembiayaan dengan ekosistem usaha berbasis komoditas, seperti kakao dan kopi, melalui kolaborasi dengan sektor swasta. PT Mars Symbioscience Indonesia akan fokus pada pengembangan kakao berkelanjutan, sementara PT Olam Food Ingredients Indonesia mengembangkan sistem agroforestri yang mencakup kopi, agrosilvopastura, dan holtisilvikultur.
Skema ini tidak hanya menyediakan akses modal, tetapi juga menghubungkan petani dengan rantai pasok industri, sehingga hasil produksi memiliki kepastian pasar. Model tersebut dinilai mampu memperkuat posisi petani lokal dalam jaringan komoditas berkelanjutan yang kini semakin dibutuhkan di tingkat nasional maupun global.
Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, menilai pembiayaan berbasis lingkungan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Menurutnya, dukungan pendanaan yang terstruktur akan mendorong petani beralih ke praktik usaha yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
“Program ini juga diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi hijau daerah, terutama di wilayah sentra komoditas,” ujarnya usai penandatanganan kerja sama pendanaan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Multi Usaha Kehutanan di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.
Selain memperkuat daya saing produk lokal, pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekosistem.
Sebagai tindak lanjut, implementasi awal program dana bergulir dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Timur, yang menjadi pusat pengembangan kakao di Provinsi Lampung. (***)