SMARTNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mengerahkan 350 personel gabungan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terbakar sejak 15 September 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Aswarodi, mengatakan upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Langkah tersebut diperkuat dengan pengerahan helikopter water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kebakaran.
“Pemerintah masih terus berupaya berjibaku memadamkan titik api utama yang berlokasi di TNWK,” kata Aswarodi saat memantau Operasi Modifikasi Cuaca di Posko OMC Bandara Raden Intan II, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan BMKG, terdapat 73 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang dan 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Lampung. Kawasan TNWK menjadi salah satu fokus penanganan karena terdeteksi 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang serta sejumlah titik panas berkepercayaan tinggi.
Sebanyak 350 personel Satgas Darat melibatkan unsur TNI, BPBD Lampung Timur, dan Masyarakat Peduli Api. Tim tersebut bekerja bersama petugas udara untuk memaksimalkan pemadaman di kawasan hutan dan lahan gambut.
Namun, operasi udara menghadapi kendala cuaca dan kondisi vegetasi. Minimnya pertumbuhan awan konvektif sejak 14 Oktober menyulitkan pelaksanaan penyemaian awan, sementara rapatnya pepohonan di TNWK menghambat air dari helikopter water bombing mencapai titik api secara optimal.
Selain TNWK, kebakaran juga terpantau di Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.
Sementara itu, kebakaran di dekat jalan tol perbatasan Tulang Bawang Barat dan Tulang Bawang berhasil dipadamkan pada Sabtu pagi melalui penanganan darat. Area yang terbakar diketahui merupakan perkebunan karet, bukan lahan gambut. Dugaan penyebab kebakaran masih diselidiki petugas.
BPBD Lampung bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan cuaca dan menyiagakan armada OMC. Penyemaian awan akan dilanjutkan apabila kondisi atmosfer memungkinkan. (***)