ISTIMEWA
SMARTNEWS.ID – Universitas Lampung (Unila) menggelar rapat senat luar biasa dalam rangka pengukuhan guru besar dan penyampaian orasi ilmiah, pada Senin, 26 Januari 2026, di Gedung Serbaguna (GSG) Unila.
Unila mengukuhkan lima guru besar dari berbagai bidang keilmuan, menandai penguatan peran universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi akademik bagi masyarakat.
Rapat senat luar biasa ini dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., beserta jajaran pimpinan, serta para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta atau perwakilannya.
Turut hadir Kepala Balitbangda Provinsi Lampung Yurnalis, S.IP., M.Si., Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Lampung Ariawan, serta sejumlah tokoh akademik nasional, di antaranya Prof. dr. Agnes Kurniawan, Ph.D., Sp.Par.K., dari Universitas Indonesia dan Prof. Warsito, S.Si., DEA., Ph.D.. dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Pengukuhan guru besar tidak hanya menjadi puncak capaian dalam karier akademik dosen, tetapi juga merepresentasikan dedikasi, kerja keras, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di tengah tantangan global seperti perkembangan teknologi, transformasi sosial, dan kompleksitas keilmuan, peran guru besar menjadi strategis sebagai penjaga nilai akademik, penggerak riset inovatif, serta agen perubahan yang berdampak luas.
Dengan dikukuhkannya lima guru besar, jumlah guru besar Unila bertambah dari 166 menjadi 171 orang. Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak dua orang, Fakultas Teknik dua orang, dan Fakultas Kedokteran satu orang.
Adapun lima guru besar yang dikukuhkan beserta orasi ilmiahnya sebagai berikut:
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani dalam sambutannya berharap agar para guru besar yang baru dikukuhkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi universitas dan masyarakat.
“Dengan pengukuhan ini, kami berharap para guru besar dapat terus berkontribusi secara luar biasa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar rektor.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan serta berharap capaian tersebut dapat menginspirasi sivitas akademika lainnya.
“Semoga pengukuhan ini menjadi motivasi bagi para akademisi Unila untuk terus berkarya dan berprestasi hingga mencapai jabatan guru besar,” tutupnya.
Pengukuhan guru besar ini menegaskan komitmen Unila dalam memperkuat kualitas akademik dan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi aktif bagi pembangunan daerah, nasional, dan global. (***)
Lima guru besar dikukuhkan:
1. Prof. Dr. Kartini Herlina, M.Si., profesor dalam ranting ilmu/kepakaran Media Pembelajaran Fisika, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Penggunaan Representasi dalam Menyelesaikan Permasalahan Fisika”.
2. Prof. Dr. Ir. Karyanto, S.Si., M.T., profesor dalam ranting ilmu/kepakaran Rekayasa Geofisika Energi Panas Bumi, membawakan orasi ilmiah berjudul “Rekayasa Geofisika Energi Panas Bumi dengan Instrumen PiGraf untuk Ketahanan dan Transisi Energi Nasional”.
3. Prof. Dr. I Wayan Distrik, M.Si., profesor dalam ranting ilmu/kepakaran Perencanaan Pembelajaran Fisika, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Model Real: Solusi dalam Penguatan Kemampuan Metakognisi, Pemahaman Konsep, dan Pemecahan Masalah Fisika”.
4. Prof. Dr. Eng. Suryadiwansa Harun, S.T., M.T., profesor dalam ranting ilmu/kepakaran Rekayasa Manufaktur, menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peranan Rekayasa Manufaktur: Reverse Engineering, 3D Printing, dan Rotary Turning dalam Pengembangan Ortopedi di Indonesia”.
5. Prof. Dr. dr. Jhons Fatriyadi Suwandi, S.Ked., M.Kes., Sp.Par.K., profesor dalam ranting ilmu/kepakaran Parasitologi Epidemiologik, membawakan orasi ilmiah berjudul “Peran Parasitologi Epidemiologi dalam Pengendalian Penyakit Infeksi Parasit di Indonesia”.