Kepala SMKN 4 Bandar Lampung Hj. Dewi Ningsih, M.Pd (kanan), menerima secara simbolis sarana dan prasarana bank sampah, pada peluncuran program Bank Sampah, di sekolah setempat, Jumat, 30 Januari 2026. DOK SEKOLAH
SMARTNEWS.ID – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandar Lampung, Provinsi Lampung, resmi meluncurkan Sistem Informasi Digital Bank Sampah, di aula sekolah setempat, Jumat, 30 Januari 2026.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Thomas Amirico, S.STP., M.H, diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK, Maryanto, S.Sos, merupakan kepedulian terhadap lingkungan dan juga membentuk karakter disiplin siswa.
“Selain bentuk karakter disiplin, Program Bank Sampah Sekolah juga untuk menanamkan rasa tanggung jawab, sekaligus menciptakan inovasi dan kreasi melalui program tertentu,” ujar kepala bidang itu.

Program bank sampah sekolah hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Lampung, Otoritas Jasa Keuangan, Rumah Inspirasi Sabahat Gajah, ini tidak hanya mengumpulkan sampah. Namun, mampu menghasilkan keterampilan bernilai ekonomi.
“Seperti pertunjukan siswa melalui teater monolog yang kita saksikan bersama dengan membawa properti sampah plastik, ini hasil karya yang luar biasa. Artinya, sampah bukan menjadi masalah bila kita mampu mengkreasikannya,” ujar dia.
Tak hanya itu, lanjut dia, sampah juga bisa menghasilkan uang bila dikelola dengan baik dan benar. Seperti sampah plastik bisa menjadi suatu produk bernilai, semisal bekas botol plastik dijadikan kursi. Bila dijual, maka akan memperoleh uang,” katanya.
Melalui program bank sampah, ia berharap warga sekolah mampu meningkatkan produktivitas dan berkarya. Sehingga mampu menciptakan budaya sekolah yang baik demi mendukung keberhasilan program tersebut. “Itu adalah kuncinya,” tutur dia.

Duta Pelita
Sementara itu, Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Hj. Dewi Ningsih, M.Pd, mengatakan peluncuran program bank sampah sekaligus diisi kegiatan stadium generale, menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap masalah sampah.
Dalam menyukseskan program tersebut, katanya, sekolah telah membentuk Duta Pelita (Peduli Lingkungan Tercinta). Duta itu terdiri dari 20 siswa-siswi dari perwakilan kelas telah dilatih oleh Rumah Inspirasi Sahabat Gajah.
Pengetahuan yang diperoleh oleh 20 siswa itu, kata Dewi yang juga mantan kepala SMKN 8 Bandar Lampung, itu selanjutnya disosialisasikan kepada seluruh siswa sekolah mulai dari kelas 10, 11, dan 12.
“Sosialisasi mengenai hal itu telah dilakukan pada akhir Desember 2025. Seperti bagaimana memilah dan memilih sampah, menimbang, dan akhirnya dapat dijual untuk menghasilkan sejumlah uang,” ujarnya.
Hasil penjualan sampah yang melalui Sahabat Gajah itu, uangnya akan menjadi milik siswa untuk dipergunakan sebagai kebutuhannya. “Seandainya ingin disimpan, bisa melalui Bank Lampung yang menjadi mitra sekolah,” katanya.
Selain dijual, sampah juga dapat didaur ulang oleh para siswa untuk dijadikan suatu produk bernilai. “Seperti di sekolah kami, para siswa sudah memproduksi sejumlah kursi sofa hasil dari kerajinan sampah botol plastik,” jelasnya. (***)