UIN Raden Intan Lampung

UIN RIL – Kemenag Teken Kerja Sama Pendanaan Riset Indonesia Bangkit MoRA The Air Funds

DOK HUMAS UIN RIL

SMARTNEWS.ID – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) resmi menandatangani kerja sama dengan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama (Kemenag) RI terkait pelaksanaan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Republik Indonesia atau Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds Program (MoRA The Air Funds) Tahun 2026.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Hotel Oria, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Naskah perjanjian ditandatangani oleh Ketua LP2M UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, M.Ag., bersama Kepala Puspenma Kemenag RI, Dr. H. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag.

Kerja sama ini menjadi landasan hukum pelaksanaan pendanaan Riset Indonesia Bangkit yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui rekomendasi Kementerian Agama Republik Indonesia.  Program strategis ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem riset keagamaan yang berkualitas, akuntabel dan berdampak bagi masyarakat.

Acara penandatanganan turut dihadiri Direktur Fasilitas Riset LPDP Kementerian Keuangan RI, Dr. Ayom Widipaminto, S.T., M.T.; Kasubdit Litapdimas Dr. Nurkafid, Staf Ahli LPDP Purnama, M.H.; para kasubtim di lingkungan Puspenma, serta sejumlah Ketua LP2M Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Fasilitas Riset LPDP menegaskan bahwa hasil riset yang didanai melalui program MoRA The Air Funds diharapkan memiliki dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Dr. Ayom juga menekankan peran LP2M untuk ikut mengawal, mendampingi, dan mengawasi para periset, baik dalam penggunaan anggaran maupun dalam capaian dan keluaran riset yang dihasilkan.

Sementara itu, Kepala Puspenma Kemenag RI menyampaikan bahwa para dosen dan periset perlu terus meningkatkan literasi riset. Menurutnya, riset yang dilakukan harus mampu membumikan ilmu-ilmu keislaman serta menjawab berbagai persoalan kebangsaan dan pembangunan.

Dr. Ruchman juga mengingatkan pentingnya pengelolaan dana riset secara profesional, terkontrol, aman, dan bebas dari temuan. Untuk itu, para periset diminta benar-benar memedomani petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.

Perjanjian kerja sama antara pengelola program dengan LP2M ini mengatur secara rinci ruang lingkup kerja sama, nilai serta mekanisme pencairan pendanaan, jangka waktu pelaksanaan riset selama 12 bulan untuk setiap periode, hingga hak dan kewajiban masing-masing pihak. Seluruh proses pengajuan, pencairan dana, pelaporan, monitoring, dan evaluasi dilaksanakan melalui sistem informasi manajemen riset LPDP pada platform eRISPRO.

Ketua LP2M UIN RIL Prof. Kumedi menyatakan kesiapan LP2M untuk mengawal dan mendampingi para periset dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami siap mengawal dan mendampingi para periset UIN RIL. Seluruh kegiatan riset akan dilaksanakan sesuai dengan indikator kinerja, ketentuan pelaporan, serta prinsip transparansi yang mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pada tahun ini UIN Raden Intan Lampung memiliki lima tim peneliti yang berhasil memperoleh bantuan pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Funds).

“Alhamdulillah tahun ini UIN RIL ada lima Tim yang berhasil mendapatkan bantuan pendanaan riset Indonesia Bangkit (Mora The Air Funds). Semoga ke depan jumlah periset UIN RIL yang lolos pada program ini akan terus bertambah sehingga dapat mengangkat nama baik UIN RIL yang tumbuh dan mendunia,” kata Prof. Kumedi.

Prof. Kumedi juga menyampaikan informasi dari Kepala Puspenma Kemenag RI bahwa sekitar April 2026 akan kembali dibuka pengajuan proposal bantuan pendanaan Riset Indonesia Bangkit.

“Untuk itu, saya mengajak teman-teman dosen agar mulai mempersiapkan proposal terbaiknya sambil menunggu pengumuman resmi dari Kepala Puspenma,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan riset MoRA The Air Funds tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sukses. “Semoga riset yang dilaksanakan dapat menghasilkan luaran yang berdampak, baik bagi lembaga, masyarakat, maupun bangsa dan negara,” pungkasnya. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close