DOK HUMAS UNILA
SMARTNEWS.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program kerja Sosmocaf dan Produksi Tekwan Mocaf, di Balai Pekon Sinarwaya, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, Rabu, 4 Februari 2026.
Program Sosmocaf ini merupakan kegiatan sosialisasi pembuatan tepung mocaf (modified cassava flour) yang dipadukan dengan pengenalan produk inovasi berupa tekwan berbahan dasar tepung mocaf. Tekwan yang umumnya menggunakan tepung tapioka, pada program ini dikembangkan dengan substitusi tepung mocaf yang memiliki karakteristik mendekati tapioka namun dengan nilai gizi yang lebih tinggi.
Dilihat dari potensi singkong yang belum dimanfaatkan secara optimal, selama ini, singkong hanya dijual sebagai bahan mentah dengan harga relatif rendah, sehingga kurang diminati oleh petani untuk dibudidayakan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Program ini diinisiasi oleh Kelompok KKN Pekon Sinarwaya yang terdiri dari M. Gufron Nabil H, Luthfiyyah Nur Fajrina, Amellia Putri, Sella Azelia, Gustaf Triyoga, Fatimahtuzzahra, Nadya Rahma, M. Dzaki Iqbar, Nadia Inggriani, dan Syifa Nailah.
Gustaf, selaku penanggung jawab program ini, menjelaskan bahwa harga singkong yang relatif rendah menjadi salah satu penyebab petani enggan menanam komoditas tersebut. Petani cenderung memilih komoditas lain seperti jagung. Padahal, jika singkong diolah menjadi mocaf atau produk turunannya, nilai jualnya bisa meningkat secara signifikan
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa singkong memiliki potensi ekonomi yang besar jika diolah menjadi mocaf atau produk turunannya. Dengan begitu, nilai jual singkong bisa meningkat dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Ia menjelaskan bahwa mocaf memiliki karakteristik yang mendekati tepung tapioka karena berasal dari bahan baku yang sama, namun memiliki nilai gizi yang lebih baik.
“Selama ini tekwan identik menggunakan tepung tapioka. Melalui inovasi ini, kami memperkenalkan bahwa tepung mocaf juga bisa menjadi bahan utama tekwan dengan kualitas yang tidak kalah, bahkan lebih bernilai,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, masyarakat, serta aparat desa. Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Bahkan, beberapa masyarakat menyatakan keinginan untuk mencoba memproduksi mocaf maupun tekwan mocaf secara mandiri di rumah, terutama menjelang hari raya.
Kegiatan sosialisasi ini juga sejalan dengan program Bupati Pringsewu terkait hilirisasi singkong, yang menekankan pengembangan produk berbasis mocaf sebagai upaya penguatan ekonomi lokal. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai tahapan pembuatan tepung mocaf, mulai dari pengupasan singkong, proses fermentasi menggunakan ragi tape, hingga pengeringan dan penghalusan menjadi tepung siap pakai.
“Harapannya, ke depan para petani bisa kembali tertarik menanam singkong karena sudah melihat peluang ekonominya. Jika mocaf diproduksi secara mandiri dan diolah menjadi berbagai produk, maka dampaknya akan sangat positif bagi perekonomian Pekon Sinarwaya,” tambahnya.
Dengan terlaksananya Program Sosmocaf, diharapkan singkong tidak lagi dipandang sebagai komoditas bernilai rendah, melainkan sebagai bahan baku strategis yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pekon Sinarwaya melalui inovasi dan pengolahan yang tepat. (***)