ILUSTRASI
SMARTNEWS.ID – Suasana Hari Kedua Idul Fitri 2026 di Kota Bandar Lampung biasanya diwarnai tawa, silaturahmi, dan hiruk-pikuk warga yang memadati pusat perbelanjaan. Namun di antara keramaian itu, sempat terselip kepanikan seorang ibu yang kehilangan buah hatinya.
Pagi itu, Minggu, 22 Maret 2026, di kawasan Jalan RA Kartini, seorang anak perempuan berusia lima tahun, Natania Aurora, berdiri sendiri di pinggir jalan. Wajahnya menyiratkan kebingungan, jauh dari pelukan orang tua yang seharusnya mendampingi di hari penuh bahagia.
Beruntung, kepedulian datang dari seorang juru parkir, Ronggo Warsito (43). Ia menemukan Natania dan tanpa ragu mengambil langkah cepat, membawanya ke Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) di Jalan Tendean.
Di balik tugas utama memadamkan api, pagi itu tim Damkarmat justru berhadapan dengan “api” kecemasan seorang anak yang terpisah dari keluarganya. Laporan segera ditindaklanjuti. Personel Rescue C dan Pleton C Mako Tendean bergerak cepat, dibantu aparat setempat, termasuk Babinsa Palapa dan Kapolsek setempat, Ono Karyono.
Waktu seolah berjalan lambat, tetapi kerja cepat tim gabungan membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari satu jam, identitas orang tua Natania berhasil ditemukan. Sang ibu, Okta Sari (45), warga Kelurahan Palapa, akhirnya mendapat kabar yang ia tunggu.
Sekira pukul 10.00 WIB, momen yang dinanti itu tiba. Di tengah suasana yang masih dipenuhi sisa kepanikan, tangis haru pecah saat Okta kembali memeluk Natania. Pelukan itu menjadi penutup dari ketegangan singkat yang sempat menyelimuti pagi Lebaran mereka.
Di sekitar mereka, para petugas yang terlibat tampak lega. Senyum mengembang dari wajah-wajah yang sejak tadi bekerja dalam diam, memastikan satu keluarga kembali utuh.
Kepala Damkarmat, Anthoni Irawan, menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama di momen libur Lebaran yang sarat keramaian.
Menurutnya, selain kesiapsiagaan petugas, peran masyarakat dalam menjaga dan saling peduli menjadi kunci utama dalam menangani situasi darurat non-kebakaran seperti ini.
Kisah Natania menjadi potret kecil dari makna Lebaran itu sendiri—tentang kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur. Di tengah keramaian kota, ada banyak tangan yang siap membantu, memastikan setiap orang bisa kembali ke pelukan yang seharusnya. (***)