Perguruan Tinggi

SNBP 2026 Unila: 26 Ribu Pendaftar, Akses Pendidikan Makin Terbuka


SMARTNEWS.ID – Minat masuk Universitas Lampung (Unila) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 terus meningkat, namun di sisi lain persaingan antarcalon mahasiswa juga semakin ketat.

Data Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila mencatat total 26.957 pendaftar, dengan jumlah pendaftar unik mencapai 19.333 siswa. Dari angka tersebut, hanya 2.866 peserta yang berhasil lolos, mencerminkan tingkat selektivitas yang tinggi di sejumlah program studi unggulan.

Ketua PMB Unila, Suripto Dwi Yuwono,  menyebut tren kenaikan pendaftar menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unila. Namun, kondisi ini juga berdampak pada semakin ketatnya rasio penerimaan di berbagai program studi.

Pada kelompok saintek, Program Studi Gizi menjadi yang paling kompetitif dengan rasio keketatan mencapai 1:90, disusul Farmasi (1:38), Sistem Informasi (1:35), dan Kedokteran (1:21). Sementara di kelompok soshum, Manajemen menjadi program paling diminati dengan rasio 1:27, diikuti sejumlah program pendidikan dan Ilmu Komunikasi.

Dominasi pendaftar masih berasal dari Provinsi Lampung, yakni sekitar 80,86 persen, meski Unila juga menarik minat dari berbagai daerah seperti Sumatra Selatan, Sumatra Utara, hingga Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Hal ini menunjukkan daya tarik Unila yang mulai meluas secara nasional, meskipun basis utamanya tetap regional,” katanya saat konferensi pers pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026, di ruang sidang utama Rektorat, Selasa, 31 Maret 2026.

Dari sisi latar belakang pendidikan, lulusan SMA mendominasi baik pada pendaftar maupun yang diterima. Sementara itu, keterwakilan siswa dari SMK dan MA masih relatif terbatas, menunjukkan adanya kesenjangan akses pada jalur prestasi.

Distribusi penerimaan juga memperlihatkan ketimpangan antarwilayah. Kota Bandar Lampung menjadi penyumbang terbesar dengan 1.013 siswa diterima, jauh di atas daerah lain seperti Lampung Tengah dan Metro. Sebaliknya, daerah seperti Tulang Bawang hanya mencatat 16 siswa lolos, menandakan belum meratanya kualitas dan kesiapan sekolah.

Di sisi lain, aspek inklusivitas mulai terlihat dari tingginya proporsi penerima bantuan pendidikan. Hampir 45 persen mahasiswa yang diterima masuk dalam skema KIP Kuliah, meski baru sebagian yang terverifikasi secara resmi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekretaris PMB Unila, Hero Satrian Arif, menjelaskan validasi data masih berlangsung dan berpotensi menambah jumlah penerima bantuan. Hal ini menjadi indikator penting dalam upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Meski demikian, terbatasnya kuota SNBP yang hanya minimal 20 persen dari total daya tampung membuat peluang masuk melalui jalur ini tetap sempit. Kondisi ini mendorong calon mahasiswa untuk bersaing kembali melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri.

Fenomena ini menunjukkan dua sisi sekaligus: meningkatnya kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi daerah, namun juga tantangan serius dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan menengah sebagai pintu masuk ke perguruan tinggi. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close