Pemprov Lampung

RSUDAM Waspadai Lonjakan Campak di Lampung


SMARTNEWS.ID – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Imam Gozali, menyoroti peningkatan kasus campak di Provinsi Lampung yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB) jika tidak segera ditangani.

RSUDAM saat ini mencatat sebanyak 76 pasien tengah menjalani perawatan akibat campak. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan anak-anak usia 0 hingga 12 tahun yang menjadi kelompok paling rentan terhadap penularan.

“Tren kasus campak saat ini terus meningkat setiap minggunya. Ini yang harus kita waspadai bersama,” ujar Imam Gozali, Minggu, 5 April 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat dua pasien yang meninggal dunia. Namun, kedua pasien tersebut diketahui memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi saat terinfeksi campak.

Menurutnya, kedua pasien merupakan rujukan dari rumah sakit swasta di Kota Bandar Lampung dengan diagnosis awal pneumonia dan gangguan jantung. Setelah dirujuk ke RSUDAM, barulah diketahui adanya infeksi campak yang ditandai dengan munculnya ruam pada kulit.

“Ketika dirujuk ke RSUDAM, baru terdeteksi campak setelah muncul gejala khas berupa ruam di kulit,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, RSUDAM telah menyiapkan ruang perawatan khusus Pinere (Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-emerging) untuk pasien campak. Selain itu, rumah sakit juga memperkuat sistem deteksi dini guna mengidentifikasi pasien dengan gejala serupa sejak awal.

Upaya pencegahan penularan di lingkungan rumah sakit juga dilakukan dengan memperketat penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Manajemen turut mengatur jadwal kerja tenaga kesehatan agar tetap optimal dalam menghadapi lonjakan pasien.

Di sisi lain, RSUDAM mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak yang dinilai semakin meluas. Orang tua diminta menjaga daya tahan tubuh anak serta memastikan asupan gizi terpenuhi.

Masyarakat juga diingatkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, hingga muncul ruam pada kulit.

Seluruh perkembangan kasus di RSUDAM, lanjut Imam, terus dilaporkan secara berkala kepada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari upaya pengendalian.

Meski terjadi peningkatan kasus, pihaknya memastikan pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama.

“Kami memastikan pelayanan kepada pasien tetap optimal. Ini menjadi komitmen kami dalam menangani kasus campak yang saat ini meningkat,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan meningkatkan langkah pencegahan guna menekan risiko penyebaran yang lebih luas. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close