SMARTNEWS.ID – Keterbatasan ruang gerak tidak seharusnya menjadi penghalang seseorang untuk terus belajar dan memperbaiki masa depan. Semangat itulah yang ditunjukkan warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Kota Bandar Lampung dengan mengikuti ujian pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.
Di tengah kehidupan di balik jeruji, mereka tetap memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan, memperoleh ijazah, dan mempersiapkan diri menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Semangat tersebut mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung. Melalui Bidang PAUD Formal dan Nonformal serta Pendidikan Masyarakat, Disdikbud melaksanakan monitoring pelaksanaan ujian Paket A, B, dan C di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, dan Rutan Kelas I Bandar Lampung, Kamis, 5 November 2026.
Monitoring dipimpin Kepala Bidang PAUD Formal dan Nonformal serta Pendidikan Masyarakat, Puspasari, S.E., M.M. Bersama jajaran, ia meninjau langsung pelaksanaan ujian sekaligus melihat kesungguhan warga binaan dalam mengikuti setiap tahapan evaluasi pembelajaran.
Puspasari mengapresiasi kemauan dan tekad para warga binaan yang tetap bersemangat mengikuti pendidikan meskipun sedang menjalani masa pembinaan.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Tidak terkecuali bagi mereka yang sedang menjalani masa hukuman. Justru, pendidikan dapat menjadi salah satu bekal penting untuk membangun kembali kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Ia berharap, keikutsertaan warga binaan dalam program pendidikan kesetaraan tidak sekadar berorientasi pada kelulusan dan memperoleh ijazah, tetapi juga menjadi titik awal perubahan pola pikir, peningkatan kepercayaan diri, serta tumbuhnya motivasi untuk menata masa depan.
“Jangan pernah merasa terlambat untuk belajar dan memperbaiki diri. Masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Selama masih ada kemauan untuk berubah, selalu ada kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga berharap ijazah yang nantinya diperoleh dapat membuka peluang lebih luas bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat. Dengan bekal pendidikan, mereka diharapkan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, memperoleh pekerjaan, mengembangkan keterampilan, bahkan membangun usaha secara mandiri.
Lebih dari sekadar selembar ijazah, lanjutnya, pendidikan di lingkungan pemasyarakatan menjadi bagian penting dari proses pembentukan manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan baru.
Sebab, tantangan terbesar bagi warga binaan bukan hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri dan membuktikan bahwa mereka mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami berharap semangat belajar yang tumbuh di lingkungan lapas dan rutan terus terpelihara. Kesempatan pendidikan harus menjadi jembatan bagi warga binaan untuk memperbaiki masa depan, bukan sekadar kegiatan selama menjalani pembinaan,” kata dia. (***)