SMARTNEWS.ID – SMP Negeri 22 Bandar Lampung (Spandawa) menghadirkan pengalaman belajar berbeda melalui kegiatan Kokurikuler Outing Class dengan mengunjungi tiga destinasi edukatif, yakni Taman Kebun Raya ITERA, Taman Makam Pahlawan Radin Inten II, dan Dyan Beach Kalianda.
Mengusung tema “Menumbuhkan Kecintaan terhadap Lingkungan dan Nilai Patriotisme Pahlawan”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui pembelajaran langsung di luar kelas.
Tidak sekadar menjadi kegiatan rekreasi, outing class tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal lingkungan, memahami sejarah perjuangan bangsa, sekaligus mengembangkan kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Kepala SMPN 22 Bandar Lampung, Sriyati Djamsari, S.Pd., M.M, mengatakan kegiatan kokurikuler ini merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.
Menurutnya, proses pendidikan tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan alam dan tempat bersejarah juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata bagi siswa.
“Melalui outing class ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar langsung dari lingkungan sekitar. Mereka diajak mencintai alam, memahami sejarah perjuangan bangsa, serta membangun karakter mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama,” ujarnya, Minggu, 8 November 2026.
Dalam kunjungan pertama ke Taman Kebun Raya ITERA, katanya, peserta didik mendapatkan pengalaman mengenal keanekaragaman hayati, pentingnya konservasi, serta peran manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Melalui interaksi langsung dengan lingkungan alam, siswa diajak memahami bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran menjaga alam diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Perjalanan edukasi kemudian dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan Radin Inten II. Di lokasi ini, siswa diajak mengenang jasa para pahlawan, khususnya Radin Inten II yang dikenal sebagai tokoh perjuangan Lampung dalam melawan kolonialisme.
“Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme kepada generasi muda. Siswa diharapkan memahami bahwa perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui tindakan nyata, seperti disiplin, kejujuran, keberanian, integritas, tanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” ujar dia.
Sementara itu, di Dyan Beach Kalianda, lanjutnya, peserta didik memperoleh pembelajaran kontekstual mengenai lingkungan pesisir, keindahan alam, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pantai.
Suasana pembelajaran di alam terbuka juga dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan, kemandirian, dan kolaborasi antarsiswa melalui berbagai pengalaman bersama.
Hal menarik dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah kuatnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua peserta didik. Dukungan orang tua tidak hanya diberikan dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga penyusunan rencana tindak lanjut kegiatan.
“Selain itu, kegiatan mendapat dukungan dari jajaran guru atau dream team Spandawa, pihak kepolisian yang membantu pengawalan perjalanan, serta layanan mobil ambulans untuk memastikan aspek keamanan dan kesiapsiagaan selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Sriyati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang tua, dewan guru, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menilai sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan perkembangan kepribadian anak.
“Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kebersamaan dan gotong royong semua pihak. Kami sangat mengapresiasi dukungan orang tua serta dedikasi para guru yang telah bekerja sama memberikan pengalaman belajar terbaik bagi anak-anak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sriyati mengatakan, kegiatan outing class tidak boleh berhenti sebagai perjalanan edukasi semata. Nilai-nilai yang diperoleh siswa harus diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, sekolah menyiapkan tindak lanjut melalui aktivitas pembelajaran, projek kepedulian lingkungan, refleksi nilai-nilai perjuangan pahlawan, serta penguatan karakter peserta didik di lingkungan sekolah maupun keluarga dengan pendampingan para guru.
Ia berharap, pengalaman tersebut mampu membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, menghargai sejarah perjuangan bangsa, mandiri dalam bertindak, serta memiliki semangat kebersamaan.
“Melalui kegiatan Kokurikuler Outing Class, kami ingin bahwa pendidikan sejatinya tidak dibatasi oleh dinding ruang kelas. Alam dapat menjadi ruang belajar, sejarah menjadi sumber inspirasi, dan kolaborasi menjadi kekuatan dalam membangun generasi muda yang berkarakter,” tutur dia. (***)