SMARTNEWS.ID – Ancaman kebakaran kembali menjadi perhatian serius di Kota Bandar Lampung. Dalam kurun waktu 1 hingga 23 Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 26 kejadian kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp665 juta.
Mayoritas insiden dipicu kebakaran lahan yang mencapai 17 kasus atau sekitar 65 persen dari total kejadian.
Kepala Damkarmat Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan luas area yang terdampak kebakaran selama periode tersebut mencapai 7.647 meter persegi. Meski frekuensi kejadian tergolong tinggi, seluruh peristiwa berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Selama periode 1 sampai 23 Agustus 2026 tercatat 26 kejadian kebakaran dengan total area terdampak 7.647 meter persegi dan estimasi kerugian Rp665 juta,” kata Anthoni, Senin, 24 Agustus 2026.
Data Damkarmat menunjukkan kebakaran lahan menjadi jenis kejadian paling dominan. Selain 17 kasus kebakaran lahan, tercatat dua kebakaran bangunan penduduk, satu kebakaran kendaraan, dan sejumlah kejadian lainnya. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau yang menyebabkan vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.
Tak hanya itu, penyebab kebakaran juga didominasi faktor yang sebenarnya dapat dicegah. Dari total kejadian, sebanyak 15 kasus dipicu aktivitas pembakaran sampah. Sementara lima kejadian lainnya disebabkan korsleting listrik. Sisanya berasal dari faktor peralatan listrik, rokok, kompor, dan penyebab lain.
Tingginya angka kebakaran akibat pembakaran sampah menjadi sorotan tersendiri. Aktivitas yang kerap dianggap sepele tersebut justru menjadi penyumbang terbesar insiden kebakaran sepanjang Agustus. Dalam kondisi cuaca kering dan angin yang cukup kencang, api dari pembakaran sampah dengan mudah merambat ke lahan kosong maupun permukiman warga.
“Puncak kejadian terjadi pada 12 Agustus 2026. Dalam satu hari, petugas Damkarmat harus menangani tiga kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 2.100 meter persegi. Sementara kerugian terbesar tercatat pada 11 Agustus ketika kebakaran bangunan umum dan lahan menyebabkan kerugian hingga Rp600 juta,” katanya.
Untuk mengendalikan seluruh insiden tersebut, Damkarmat Kota Bandar Lampung mengerahkan 61 unit mobil pemadam dan 103 tangki air. Ratusan personel juga disiagakan guna memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Anthoni mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membakar sampah di lahan terbuka. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi kunci utama menekan angka kebakaran di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Dengan dominasi kebakaran lahan dan tingginya kasus akibat pembakaran sampah, data Damkarmat menunjukkan bahwa ancaman kebakaran di Bandar Lampung saat ini bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga berkaitan dengan perilaku masyarakat.
“Karena itu, peningkatan kesadaran dan disiplin dalam menjaga lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang,” kata dia. (***)