SMARTNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mulai memperkuat perlindungan anak di lingkungan sekolah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan pelajar sehari-hari. Tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, pemerintah kini mendorong siswa agar lebih berani melindungi diri dari kekerasan, termasuk ancaman yang muncul di ruang digital.
Langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran buku “Muatan Apel Tematik” yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung. Buku itu diluncurkan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dengan penyerahan simbolis kepada perwakilan sekolah di Bandar Lampung, Rabu, 13 Mei 2026.
Program tersebut menjadi inovasi baru di sektor pendidikan karena materi perlindungan anak dimasukkan ke dalam kegiatan apel sekolah yang rutin dilaksanakan. Melalui pendekatan itu, siswa diharapkan lebih mudah memahami berbagai bentuk kekerasan serta memiliki keberanian untuk melapor ketika menghadapi situasi yang membahayakan.
Buku Muatan Apel Tematik disusun untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat. Materi yang dimuat tidak hanya berkaitan dengan pendidikan karakter, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai perlindungan diri, kekerasan berbasis gender online (KBGO), manipulasi digital, hingga grooming yang kini semakin banyak menyasar anak-anak melalui media sosial dan platform digital.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh anak di Lampung tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terbebas dari kekerasan. Menurutnya, perlindungan terhadap anak harus menjadi perhatian bersama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
“Pemerintah Provinsi Lampung ingin memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman. Tidak boleh ada kekerasan terhadap anak-anak kita,” ujar Jihan.
Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran siswa mengenai hak atas tubuh dan keselamatan diri. Karena itu, pendidikan karakter perlu diperkuat melalui metode yang mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta didik.
Selain perlindungan anak, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung masa depan generasi muda Lampung agar mampu bersaing di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, terus mendorong agar siswa tidak putus sekolah dan memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anak Lampung harus punya masa depan, baik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun masuk ke dunia industri yang semakin kompetitif,” katanya.
Menciptakan generasi unggul, kata dia yang kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, itu tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah atau sekolah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif guru, orang tua, serta lingkungan sekitar agar pembinaan terhadap anak berjalan maksimal.
“Guru, tenaga pendidik, orang tua, dan lingkungan tempat tinggal harus terlibat aktif. Kolaborasi ini penting agar kita bisa menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan unggul,” tegasnya.
Buku Muatan Apel Tematik sendiri dilengkapi petunjuk pelaksanaan apel, contoh narasi, serta metode penyampaian yang dibuat sederhana dan interaktif sesuai karakteristik siswa di setiap jenjang pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan-pesan perlindungan anak lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui materi itu, siswa diajarkan memahami batasan terhadap tubuh dan diri sendiri, berani berkata tidak terhadap situasi yang tidak aman, hingga mengetahui cara melapor dan mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Lampung juga memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba video kreatif tingkat SMA/SMK dalam rangka Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas generasi muda di bidang digital dan multimedia.
Jihan berharap kegiatan kreatif seperti itu dapat menjadi ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan ide, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas negatif di lingkungan digital.
“Semoga lomba ini bisa memotivasi anak-anak lainnya untuk ikut kreatif dan terus mengembangkan kemampuan mereka. Selain menjadi pengalaman berharga bagi adik-adik kita, kegiatan seperti ini juga dapat membentuk rasa percaya diri dan semangat untuk terus belajar,” kata dia. (***)