SMARTNEWS.ID – Program Data Standardisasi Mutu Akademik Regional Terpadu (D-SMART) yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, mulai menunjukkan hasil positif dalam pemetaan mutu pendidikan di tingkat SMA.
Melalui implementasi D-SMART tiga mata pelajaran tahap kedua tahun 2026, sejumlah siswa dari berbagai daerah di Lampung berhasil mencatatkan capaian nilai tertinggi pada jenjang kelas X dan XI.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dirilis, untuk kategori kelas X, tiga nilai tertinggi diraih oleh Amelia Desfina dari SMAN 1 Bandar Lampung, Zhaafirah Andisa Putri dari SMAN 2 Bandar Lampung, serta Dika Dwi Saputra dari SMAN 1 Natar dengan skor masing-masing 81,6.
Sementara pada jenjang kelas XI, capaian tertinggi diraih Ayyas Faidhakim dari SMAN 3 Metro dengan skor 92,3. Posisi berikutnya ditempati Ilham Purnama Aji dari SMAN 1 Terbanggi Besar dan Rendi Hariyanto dari SMAN 1 Abung Tengah dengan skor masing-masing 91,3.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung, Drs. Suharto, M.Pd, mengatakan D-SMART menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun sistem pemetaan mutu pendidikan yang lebih terukur, objektif, dan berbasis digital.
Menurut Suharto, program tersebut tidak hanya mengukur kemampuan akademik siswa dalam aspek literasi dan numerasi, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi mutu pendidikan antarwilayah dan antar-sekolah di Provinsi Lampung.
“D-SMART hadir sebagai solusi digital komprehensif untuk memetakan mutu pendidikan di Lampung. Melalui sistem ini, capaian literasi dan numerasi siswa dapat diukur secara objektif dan menjadi bahan evaluasi bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Suharto, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan, implementasi D-SMART juga menjadi bagian dari upaya transformasi pendidikan berbasis teknologi yang saat ini terus diperkuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut penting untuk mengetahui kemampuan dasar siswa sekaligus melihat kesiapan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan nasional yang semakin kompetitif.
“Data yang dihasilkan bukan sekadar angka, tetapi menjadi pijakan dalam menentukan kebijakan pendidikan, strategi pembelajaran, hingga peningkatan kualitas sekolah,” katanya.
Selain mengukur kemampuan siswa kelas X dan XI, D-SMART juga dirancang menjadi jembatan persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui program Pra-Kampus bagi siswa kelas XII.
Program itu diharapkan mampu meningkatkan kesiapan akademik siswa Lampung dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi sekaligus memperluas kesempatan generasi muda daerah untuk bersaing di tingkat nasional.
Suharto yang juga Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, itu menilai capaian para siswa yang berhasil menempati posisi tiga besar menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di Lampung terus berkembang dan mampu bersaing.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan sekolah di Provinsi Lampung untuk terus meningkatkan kualitas belajar dan budaya akademik.
“Prestasi ini menunjukkan potensi besar siswa-siswa Lampung. Kami berharap sekolah terus membangun budaya belajar yang kuat, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, D-SMART sendiri merupakan salah satu program unggulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dalam mendukung penguatan mutu pendidikan berbasis digital, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Lampung. (***)