SMARTNEWS.ID – Debu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pemkot meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengambil langkah perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana langsung mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) untuk melakukan penanganan terhadap dampak debu vulkanik di sejumlah wilayah.
Sejumlah armada dikerahkan untuk menyemprot ruas jalan protokol. Langkah tersebut dilakukan untuk membasahi debu yang menempel di permukaan jalan sehingga tidak kembali beterbangan dan mengganggu warga maupun pengguna kendaraan.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung Antoni Irawan mengatakan penyemprotan dilakukan sebagai langkah cepat setelah adanya arahan dari Wali Kota.
“Atas arahan Ibu Wali Kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat,” ujar Antoni, Sabtu, 5 September 2026.
Tak hanya menyemprot jalan, Pemkot Bandar Lampung juga mulai memetakan wilayah yang terdampak. Pamong di setiap kecamatan diarahkan melakukan pendataan untuk mengetahui sebaran debu vulkanik.
“Pamong di kecamatan juga diarahkan untuk melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi wilayah mana saja yang terkena dampak debu vulkanik. Data ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak mengabaikan potensi gangguan kesehatan akibat paparan debu vulkanik.
Warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah terpapar debu diminta segera memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Bandar Lampung.
Pemkot juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Pelindung mata juga dapat digunakan untuk mengurangi paparan debu, terutama apabila konsentrasi debu meningkat.
Kewaspadaan juga diperlukan bagi pengguna jalan. Debu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara, mengurangi jarak pandang dan berpotensi membuat permukaan jalan licin.
Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung meminta masyarakat tidak panik. Warga diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi pemerintah dan instansi terkait.
Pemkot memastikan langkah pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan seiring perkembangan aktivitas vulkanik GAK, dengan prioritas menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. (***)