DOK DISDIKBUD BANDAR LAMPUNG
SMARTNEWS.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd, mengapresiasi penerima beasiswa proyek SERUIT, Septriani, S.Pd., M.A, yang berhasil menyertai guru Bahasa Inggris pada jenjang SD dan SMP selama delapan bulan pada proyek tersebut.
Hal itu disampaikannya saat menutup program SERUIT (Sustainable English Resources for Uplifting Indonesian Teachers) – dikemas lewat The Official Closing of SERUIT Project & SERUIT Show-Off, digelar di Aula Mufakat Jejamo Disdikbud, Kamis, 15 Januari 2025. Peran serta Septriani, katanya, sangat membantu keberlangsungan hingga kesuksesan guru mengikuti dalam program tersebut.
“Program SERUIT merupakan peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris, hari ini mencapai puncaknya. Untuk diketahui bersama bahwa Bahasa Inggris memiliki posisi strategis dalam pembelajaran abad ini,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung itu.

Hibah British Council
Menurut dia, program SERUIT terselenggara atas dukungan dana hibah British Council melalui skema Teacher Educator Enabling Fund (TEEF) 2025, dapat menjadi penguatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris. Terlebih, lanjut dia, Bahasa Inggris telah kembali menjadi mata pelajaran wajib pada jenjang SD.
“Praktik baik yang lahir dari program SERUIT jangan berhenti pada seremoni puncak program pada hari ini, melainkan berlanjut menjadi budaya belajar di sekolah dan komunitas guru. Diketahui bersama, program ini dirancang dalam format bertahap agar pembelajaran peserta lebih terarah dan berkelanjutan,” kata dia.
Masih pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber SERUIT Project; Co-Fasilitator Lasma Sihite, M.Pd; serta narasumber tamu, Prof. Dr. Cucu Sutarsyah, M.Pd – Universitas Lampung; dan Dr. Fathur Rohim – Pengembang Kurikulum BSKAP Kemdikdasmen RI.

April – Desember 2025
Sementara itu, Septriani – yang juga pengawas pada Disdikbud Bandar Lampung, menerangkan bahwa rangkaian program SERUIT berlangsung sejak April hingga Desember 2025. Program tersebut menekankan pada peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris di Kota Tapis Berseri.
Pada pelaksanaan program, para guru pada mata pelajaran tersebut memanfaatkan Teaching English Asia – sebuah inisiatif/platform yang dikelola oleh British Council. Fokusnya yakni pada pengembangan profesional guru di kawasan Asia melalui seminar, pelatihan daring, dan penyediaan sumber pengajaran Bahasa Inggris.
“Melalui pemanfaatan platform ini, guru memperoleh akses pada materi pembelajaran, penguatan strategi mengajar, serta inspirasi praktik yang dapat diterapkan di kelas. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada British Council yang telah memberikan hibah melalui skema Teacher Educator Enabling Fund 2025,” ujarnya.
Daring – Luring
Ia mengatakan, program itu mencakup 1 webinar, 1 MOOC wajib, serta penguatan melalui 2 sesi pembelajaran via zoom secara daring yang difasilitasi oleh Dr. Fathur Rohim. Selain itu, terdapat sesi Hybrid Zoom berupa MOOC Orientation and Registration untuk memastikan kesiapan peserta mengikuti pembelajaran daring secara optimal.
Di sisi luring, SERUIT menyelenggarakan delapan pertemuan tatap muka, termasuk agenda penting Official Launching pada awal program dan Official Closing pada puncak program. Sesi-sesi luring ini difasilitasi oleh Septriani, S.Pd., M.A; Lasma Sihite, M.Pd; serta Prof. Dr. Cucu Sutarsyah, M.Pd.
“Melalui rangkaian tersebut, guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh ruang refleksi, pendampingan, dan praktik langsung, termasuk dalam merancang pembelajaran serta menata asesmen yang lebih bermakna,” kata dia.
Pamer Praktik Baik
Bagian yang menjadi puncak program tersebut adalah SERUIT Show-Off, yaitu sesi presentasi dan pamer praktik baik peserta. Kegiatan Show-Off dikemas interaktif melalui presentasi dan diskusi berbentuk gallery walk.
Dalam sesi ini, 10 presenter menampilkan poster praktik baik dan menjelaskan konteks pembelajaran, tantangan, perubahan strategi, serta dampak penerapan materi dari penguatan pembelajaran SERUIT – termasuk praktik terkait AI for Inclusion dan Assessing Learning, yang dilaksanakan di kelas masing-masing.
“Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab, umpan balik, serta apresiasi antarguru terhadap inovasi pembelajaran dibagikan. Momentum ini menjadi ruang saling belajar, perkuat jejaring profesional, dan peningkatan kompetensi terstruktur yang menghasilkan perubahan nyata di ruang kelas,” katanya.
10 Presenter
Pada SERUIT Show-Off yang digelar pada hari ini, katanya, terdapat 10 presenter yang menyajikan, adalah Indah Octaviani, S.Pd – SDN 1 Gedong Air; Nanda Nur Rohmah, S.Pd – SDN 1 Langkapura; Pusvita Sari, S.Pd – SDN 2 Palapa; Bernarda Isti W, S.Pd.,Gr – SD Fransiskus 1 Tanjung Karang,
Selanjutnya, Maria Mahdalena T, S.Pd – SD Trinitas; M. Adam Prasetyo – SDN 1 Jagabaya 1; Dita Eka Cahyaningtyas, S.Pd – SD Pelita Bangsa; Setio Imaniah Praseto N, S.Pd – SMPN 2 Bandar Lampung; Erwin Junaidi, S.Pd – SMPN 25 Bandar Lampung; dan Artha Novela Purba, S.Pd – SMPN 30 Bandar Lampung.
Terus Berlanjut
Atas tercapainya puncak program SERUIT, ia berharap semangat pengembangan profesional berkelanjutan yang telah dibangun terus berlanjut. Kepada para guru, ia juga meminta terus memanfaatkan sumber belajar tersedia, menjaga kolaborasi antarsekolah, serta memperluas dampak praktik baik ke lingkungan kerja masing-masing.
“Puncak program SERUIT ini menegaskan bahwa penguatan kualitas guru adalah investasi penting untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih relevan dan kuat di sekolah, baik pada jenjang SD maupun SMP khususnya di Kota Bandar Lampung,” harap dia. (***)