UIN Raden Intan Lampung

Gaya Hidup Jadi Sorotan, DWP UIN RIL Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular


SMARTNEWS.ID – Gaya hidup sedentari, tingkat stres yang tinggi, hingga pola makan tidak teratur menjadi faktor yang membuat kalangan akademisi rentan terserang penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melalui penyuluhan gizi seimbang yang digelar di Gedung Academic and Research Center UIN RIL, Kamis, 9 Juli 2026.

Kegiatan menghadirkan ahli gizi RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung, Andi Kamaliah Azir, SKM., M.Kes., yang mengingatkan pentingnya perubahan pola hidup sebagai langkah utama mencegah meningkatnya kasus penyakit kronis di lingkungan keluarga akademisi.

Menurut Andi, aktivitas yang didominasi duduk dalam waktu lama, tekanan pekerjaan, kebiasaan mengonsumsi camilan, serta jadwal makan yang tidak teratur menjadi kombinasi yang meningkatkan risiko diabetes melitus dan hipertensi.

“Kalangan akademisi memiliki risiko cukup tinggi terhadap penyakit tidak menular apabila pola hidup sehat tidak diterapkan secara konsisten,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat kini tidak lagi berpedoman pada konsep “Empat Sehat Lima Sempurna”. Sebagai gantinya, pemerintah telah menerapkan konsep gizi seimbang yang menitikberatkan pada keberagaman pangan, kecukupan zat gizi, aktivitas fisik, serta pola hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, anggapan bahwa susu merupakan penyempurna makanan juga perlu diluruskan. Kebutuhan gizi tetap dapat terpenuhi melalui konsumsi makanan yang beragam, terutama bagi seseorang yang memiliki intoleransi laktosa maupun alergi terhadap susu.

Andi juga mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, yakni gula maksimal 50 gram atau empat sendok makan per hari, garam maksimal lima gram atau satu sendok teh per hari, serta lemak maksimal 67 gram atau lima sendok makan per hari.

Selain mengatur pola makan, masyarakat diminta lebih teliti membaca kandungan gula tersembunyi pada makanan dan minuman kemasan yang kerap dikonsumsi tanpa disadari.

Ia menambahkan, penerapan gizi seimbang harus dibarengi dengan aktivitas fisik secara rutin dan pemeriksaan kesehatan berkala sebagai langkah deteksi dini.

“Penyakit tidak menular memang tidak dapat disembuhkan, tetapi sangat bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DWP UIN RIL Maftuchah Wan Jamaluddin yang diwakili Rahmawati Andi Thahir mengatakan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga besar UIN Raden Intan Lampung melalui edukasi kesehatan.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membangun budaya hidup sehat di lingkungan keluarga maupun kampus. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close