Pemprov Lampung

IPM Lampung Masih Jadi Tantangan, 46 Mahasiswa Dikirim Kuliah lewat Beasiswa Pergunu


SMARTNEWS.ID – Peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah pembangunan di Provinsi Lampung. Salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi dilakukan Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Lampung dengan kembali memberangkatkan mahasiswa melalui program beasiswa.

Sebanyak 46 mahasiswa penerima beasiswa jenjang S-1 dan S-2 Angkatan XII dilepas untuk melanjutkan pendidikan di Universitas KH Abdul Chalim, Mojokerto, Jawa Timur.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan program tersebut memiliki arti penting karena pendidikan masih menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung.

“Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada PWNU dan Pergunu Lampung yang membantu mengurai persoalan ini melalui program beasiswa,” ujar Jihan saat pelepasan di Aula PWNU Lampung, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Jihan, konsistensi program beasiswa hingga memasuki angkatan ke-12 menunjukkan adanya komitmen PWNU dan Pergunu Lampung dalam memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan pendidikan tinggi.

“Ini adalah angkatan ke-12. Artinya, program ini sudah melalui perjalanan yang panjang. Ini merupakan komitmen PWNU dan Pergunu Lampung untuk mencerdaskan anak-anak bangsa melalui program beasiswa,” katanya.

Jihan menyebut dukungan terhadap pendidikan juga terus dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung melalui sejumlah program, di antaranya Sekolah Rakyat dan Satu Desa Satu Sarjana.

Ia berharap berbagai program tersebut dapat mempercepat peningkatan kualitas pembangunan manusia di Lampung.

“Insyaallah, berbagai program tersebut menjadi lompatan yang baik untuk mengejar ketertinggalan pembangunan manusia kita, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.

Namun, Jihan mengingatkan para penerima beasiswa tidak berhenti pada pencapaian akademik. Sebagai mahasantri, mereka diminta mampu menggabungkan kemampuan intelektual, spiritual, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Hari ini kita tidak kekurangan anak-anak yang pintar dan cerdas. Namun, kemajuan teknologi juga dapat membuat sebagian anak muda menjadi apatis dan kurang peduli terhadap lingkungan sosial,” katanya.

Karena itu, Jihan meminta para mahasiswa menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai modal untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Jangan berhenti pada menimba ilmu tanpa memberikan ilmu tersebut agar bermanfaat bagi umat. Dimanapun berada, ilmu yang diperoleh harus dapat dihilirisasikan menjadi pengabdian,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi PWNU dan PW Pergunu Lampung yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close