SMARTNEWS.ID – Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung tersebut berhasil mempertahankan posisi sebagai salah satu dari dua besar nasional dalam pelaporan dan pengiriman spesimen Severe Acute Respiratory Infection (SARI) selama lima minggu berturut-turut.
Pencapaian tersebut menjadi bukti kuat komitmen RSUDAM dalam mendukung program surveilans nasional Kementerian Kesehatan RI untuk mendeteksi secara dini potensi peningkatan kasus influenza maupun Covid 19 melalui pemeriksaan spesimen pasien infeksi saluran pernapasan akut berat.
Sejak tahun 2024, Kementerian Kesehatan menetapkan RSUDAM sebagai salah satu rumah sakit sentinel SARI nasional. Peran tersebut menempatkan RSUDAM sebagai garda terdepan dalam pemantauan penyakit pernapasan yang berpotensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Berdasarkan Buletin Nasional Surveilans Sentinel ILI-SARI Kementerian Kesehatan RI, performa RSUDAM selama lima minggu terakhir menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Pada Minggu ke-17 Tahun 2026, RSUDAM menempati posisi kedua nasional dengan 15 kasus SARI dan 15 spesimen yang dikirim untuk pemeriksaan. Posisi tersebut kembali dipertahankan pada Minggu ke-18 dengan capaian yang sama, yakni 15 kasus dan 15 spesimen.
Memasuki Minggu ke-19, RSUDAM bahkan menjadi rumah sakit dengan jumlah kasus dan spesimen SARI tertinggi di Indonesia dengan capaian 17 kasus dan 17 spesimen. Dominasi tersebut berlanjut pada Minggu ke-20 ketika RSUDAM kembali berada di posisi kedua nasional dengan 15 kasus dan 15 spesimen.
Sementara pada Minggu ke-21, RSUDAM kembali menunjukkan konsistensinya dengan mencatat 14 kasus dan 14 spesimen, sejajar dengan rumah sakit sentinel terbaik lainnya di Indonesia. Capaian tersebut menjadikan RSUDAM satu-satunya rumah sakit di wilayah Sumatera yang mampu bertahan dalam jajaran dua besar nasional selama lima minggu berturut-turut.
Humas RSUDAM Lampung, Desy Yuanita, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, petugas laboratorium hingga tim surveilans rumah sakit yang secara aktif melakukan pelacakan, pengambilan spesimen, hingga pelaporan tepat waktu kepada Kementerian Kesehatan.
“RSUDAM memiliki komitmen kuat dalam mendukung sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit pernapasan. Sebagai rumah sakit sentinel SARI yang ditunjuk Kementerian Kesehatan, kami terus memastikan setiap kasus yang memenuhi kriteria dapat teridentifikasi dan dilakukan pemeriksaan spesimen sesuai standar nasional,” ujar Desy, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, spesimen yang dikirim ke laboratorium rujukan nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan skrining terhadap virus influenza maupun Covid 19 yang masih berpotensi menimbulkan peningkatan kasus di masyarakat.
“Kontribusi RSUDAM dalam pengiriman spesimen SARI cukup besar secara nasional. Data yang kami hasilkan menjadi bagian penting dalam pemetaan tren penyakit pernapasan dan membantu pemerintah mengambil langkah pencegahan lebih dini apabila ditemukan peningkatan kasus tertentu,” jelasnya.
Desy menambahkan, capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi bagi RSUDAM, tetapi juga menunjukkan kesiapsiagaan sektor kesehatan di Provinsi Lampung dalam mendukung sistem surveilans nasional berbasis bukti.
Keberhasilan RSUDAM mempertahankan posisi dua besar nasional selama lima pekan berturut-turut sekaligus menegaskan peran strategis rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan kesehatan dan mitra utama Kementerian Kesehatan dalam menjaga ketahanan kesehatan masyarakat melalui deteksi dini dan pengendalian penyakit infeksi saluran pernapasan akut. (***)