SMARTNEWS.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan riset nasional melalui penelitian yang berfokus pada konservasi ekosistem laut. Tim peneliti kampus tersebut berhasil memperoleh pendanaan MoRA The AIR Funds 2025 untuk mengembangkan model pemantauan keberhasilan rehabilitasi terumbu karang di Indonesia berbasis bioindikator.
Penelitian dipimpin Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd., bersama Aulia Ulmillah, M.Sc., dan Hendri Noperi, M.Pd., M.Sc. Riset tersebut mengangkat tema analisis spasial dan temporal struktur komunitas Polychaeta pada kawasan rehabilitasi terumbu karang di sejumlah wilayah Indonesia.
Prof. Nirva Diana menjelaskan penelitian ini menawarkan pendekatan baru dalam mengevaluasi keberhasilan rehabilitasi terumbu karang. Selama ini, penilaian lebih banyak dilakukan berdasarkan kondisi fisik atau tutupan karang, sedangkan riset yang dipimpinnya memanfaatkan organisme bentik Polychaeta sebagai indikator biologis kualitas ekosistem.
“Polychaeta memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan lingkungan sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ekosistem laut setelah proses rehabilitasi terumbu karang,” ujarnya.
Penelitian akan dilaksanakan di dua kawasan rehabilitasi terumbu karang, yakni Pulau Pahawang, Lampung, dan Karimunjawa. Kedua lokasi dipilih karena memiliki karakteristik rehabilitasi yang berbeda sehingga dapat memberikan data komparatif mengenai efektivitas upaya pemulihan ekosistem pesisir.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti UIN Raden Intan Lampung berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro. Kemitraan tersebut mendukung proses analisis laboratorium, pengolahan data ekologis, serta penguatan kajian biomonitoring ekosistem laut secara komprehensif.
Selain menghasilkan publikasi ilmiah, hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah, pengelola kawasan pesisir, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan konservasi terumbu karang berbasis data ilmiah.
Keberhasilan memperoleh pendanaan riset nasional tersebut sekaligus mempertegas komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam memperkuat budaya riset, memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi pelestarian sumber daya kelautan Indonesia. (***)