Ruwa Jurai

SMA Fransiskus Tidak Tahan Ijazah, Kepsek: Jaga Komitmen dan Kepercayaan Wali Murid

ISTIMEWA

SMARTNEWS.ID – Miris. Pendidikan SMA Fransiskus Bandar Lampung, dicoreng oknum masyarakat tidak bertanggungjawab. Pasalnya, sekolah di Jalan Bumi Manti II, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, disebut menahan ijazah seorang alumninya.

Sedihnya lagi, dugaan penahanan ijazah terhadap siswa yang  lulus pada 2022 lalu, juga telah diberitakan oleh sejumlah media online lokal Lampung. Pada pemberitaan itu, ternyata tidak ada konfirmasi kepada pihak sekolah guna menguji kebenaran informasi.

Atas peristiwa tersebut, pihak sekolah merasa sangat dirugikan. Kepala SMA Fransiskus, Sr. M. Floriani FSGM, M.Pd, menyesalkan adanya pemberitaan yang menyebut pihaknya menahan ijazah salah satu alumninya (SK) yang lulus tiga tahun lalu.

Ia mengatakan, kebenaran yang terjadi adalah sejak lulus pada Mei 2022 lalu hingga awal Januari 2025, SK belum pernah datang ke sekolah untuk melakukan cap tiga jari sebagai bagian dari rangkaian proses penulisan ijazah sebelum diserahkan ke siswa.

Bagaimana kami bisa dikatakan menahan ijazah kalau yang sebenarnya dia (SK) tidak pernah datang ke sekolah setelah pengumuman kelulusan pada 2022 lalu. Kami sangat sedih membaca pemberitaan itu,” ujar dia, Senin, 13 Januari 2025.

Menurut dia, orangtua SK, Y baru datang menanyakan ijazah SK pada 9 Januari 2025. Saat datang, pihak sekolah sempat menanyakan alasan tidak mengurus ijazah SK. Namun Y berdalih tidak memiliki biaya untuk menyelesaikan administrasi sekolah.

Mendapati alasannya tersebut, pihak sekolah mempersilahkan SK datang ke sekolah untuk melakukan cap tiga jari. Pada keesokan harinya atau pada 10 Januari 2025, SK yang datang didampingi Y untuk melakukan cap tiga jari pada ijazah.

Belum kering cap tiga jari di ijazah, tiba-tiba wali murid ingin membawa pulang ijazah tersebut dengan alasan untuk keperluan kelengkapan persyaratan pendidikan SK yang kini tengah ditempuh di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Pihak sekolah sempat mengingatkan kewajiban orangtua terhadap sekolah dengan memberitahukan biaya yang belum terselesaikan selama SK menempuh pendidikan di SMA Fransiskus. Orangtua SK pun berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut.

Meski belum menyelesaikan tanggungjawab administrasi, namun SMA Fransiskus berkomitmen akan memberikan ijazah kepada SK agar urusan di perguruan tinggi berjalan lancar dengan catatan ijazah diterima langsung oleh SK atau orangtuanya.

“Jadi tidak benar kami ingin menahan ijazah SK. SMA Fransiskus adalah sekolah swasta tentunya segala urusan harus berkoordinasi dengan yayasan. Atas pertimbangan yayasan dan sekolah, ijazah SK baru diberikan hari ini (13 Januari 2025),” ujarnya.

Drama Dugaan Berakhir

Diketahui, berdasar informasi yang media ini terima, Y didampingi salah seorang pria telah berada di SMA Fransiskus Bandar Lampung untuk mengambil ijazah putranya SK, Senin, 13 Januari 2024 siang. Di sana, Y diterima dengan baik oleh manajemen sekolah.

Tidak terlihat kegundahan dari Y, justru keceriaan yang tampak dari wajahnya. Dengan telah diterimanya ijazah putranya dari pihak sekolah, berakhir pula drama yang seolah-olah menyandera Y dan keluarganya.

Saat diwawancarai media ini lewat sambungan telepon, Y mengucapkan terima kasih kepada SMA Fransiskus yang telah memberikan ijazah putranya tersebut. Meski masih memiliki tanggung jawab terhadap pihak sekolah, ia berkomitmen akan terus menjaga nama baik sekolah di masyarakat.

“Saya merasa lega ijazah telah diterima. Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagaimana saya bisa menyelesaikan persoalan dengan baik. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah bijak memberikan ijazah meski kami masih ada tunggakan,” katanya. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close