SMARTNEWS.ID – SMAN 2 Bandar Lampung terus memantapkan kesiapan sebagai penyelenggara Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan meningkatkan kapasitas para guru melalui pelatihan pengembangan pembelajaran digital.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara reguler.
Kepala satuan pendidikan setempat, Sevensari, S.Pd., M.M, mengatakan penetapan sekolahnya sebagai penyelenggara PJJ merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar untuk memperluas akses pendidikan di Provinsi Lampung.
“Program Pendidikan Jarak Jauh ini bukan sekadar menghadirkan pembelajaran secara daring, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu, kami mempersiapkan guru-guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.
SMAN 2 Bandar Lampung ditetapkan sebagai penyelenggara PJJ berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pendidikan dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 26 Tahun 2026 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Jarak Jauh Jenjang Pendidikan Menengah Tahap II Tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, SMAN 2 Bandar Lampung berperan sebagai sekolah induk yang berkolaborasi dengan tiga sekolah mitra, yakni SMAN 1 Gunung Sugih, SMAN 1 Pagar Dewa, dan SMAN 1 Rawajitu Selatan.
Sebagai bentuk kesiapan, ujar dia, sebanyak 32 guru dari 16 mata pelajaran bersama perwakilan guru sekolah mitra mengikuti Pelatihan Pengembangan Kapasitas pada 21–23 Juli 2026.
Pelatihan tersebut difokuskan pada penyusunan bahan ajar digital, pengembangan media pembelajaran interaktif, hingga penyusunan sistem penilaian yang terintegrasi melalui Learning Management System (LMS). Dalam implementasinya nanti, sekitar 70 persen proses pembelajaran akan dilaksanakan secara daring.
Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi guru menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan PJJ. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang tetap interaktif meski dilakukan dari jarak jauh.
“Kami ingin memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga. Melalui pelatihan ini, guru dibekali kemampuan menyusun materi, media pembelajaran, dan evaluasi yang adaptif sehingga peserta didik tetap mendapatkan pengalaman belajar yang optimal,” katanya.
Selama pelatihan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi, berkolaborasi, serta mengeksplorasi berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
“Dengan pendampingan narasumber dari SEAMOLEC, para guru memperoleh wawasan baru mengenai strategi pembelajaran digital yang efektif, inovatif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, Program PJJ diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak yang terkendala mengikuti pendidikan secara tatap muka, termasuk peserta didik yang putus sekolah atau memiliki keterbatasan karena kondisi geografis maupun alasan lainnya.
“Melalui Program PJJ, kami ingin menjangkau lebih banyak anak untuk kembali memperoleh haknya atas pendidikan. Ini adalah bentuk komitmen kami agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan jarak maupun kondisi tertentu,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara SMAN 2 Bandar Lampung dan sekolah-sekolah mitra mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin merata dan berkualitas, sekaligus mendukung transformasi pendidikan di era digital.
“Semangat kami adalah belajar tanpa batas, melayani tanpa jarak. Dengan semangat itu, kami optimistis Program Pendidikan Jarak Jauh dapat menjadi jembatan bagi lahirnya generasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata dia. (***)