DOK SEKOLAH
SMARTNEWS.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan SMPN 14 Bandar Lampung dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Bandar Lampung. Sekolah ini berhasil mengoleksi delapan penghargaan dari berbagai kategori perlombaan yang digelar di SDN 2 Rawa Laut, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Capaian tersebut menempatkan SMPN 14 sebagai salah satu sekolah yang menunjukkan kekuatan pembinaan bahasa dan sastra daerah. Para siswa tampil dengan kemampuan beragam, mulai dari berpidato, menulis aksara, menyusun cerita pendek, hingga mengekspresikan kreativitas melalui komedi tunggal.
Keberhasilan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa Lampung dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengasah keberanian, mengembangkan bakat, dan meraih prestasi.
Dua gelar juara pertama berhasil dibawa pulang SMPN 14 melalui Anggaraksa Navy E yang meraih Juara I pidato laki-laki dan Anisa Setiawan sebagai Juara I pidato perempuan. Keduanya menunjukkan capaian positif dalam kategori yang menuntut penguasaan materi, keterampilan berbahasa, serta kepercayaan diri saat tampil di hadapan dewan juri.
Prestasi lainnya diraih M. Fahri Supriatna sebagai Juara II harapan cerbun laki-laki, Azska Anindya sebagai Juara II cerbun perempuan, Aretha Tanisya sebagai Juara Harapan I aksara perempuan, dan Fransiskus Satria Bagus sebagai Juara II aksara laki-laki.
Sementara pada kategori komedi tunggal, Stella Adelia Amor memperoleh Juara Harapan II perempuan dan Ringgo Finaldo meraih Juara Harapan I laki-laki.
Delapan penghargaan tersebut mencerminkan potensi siswa yang berkembang dalam berbagai bidang. Keberhasilan mereka juga menegaskan bahwa bahasa dan sastra daerah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekayaan budaya yang dapat dipelajari, dikembangkan, dan ditampilkan secara kreatif oleh generasi masa kini.
Kepala sekolah setempat, Wasiat, S.Pd., M.M.Pd, mengapresiasi kerja keras para siswa yang telah memberikan hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.
Menurutnya, capaian ini patut menjadi kebanggaan bersama sekaligus penyemangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus membangun budaya berprestasi. Keberhasilan para peserta diharapkan mendorong siswa lain agar tidak ragu menggali potensi diri, berlatih secara konsisten, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.
“Prestasi yang diraih ini jangan berhenti sebagai pencapaian sesaat. Para siswa diharapkan terus meningkatkan keterampilan, memperluas pengalaman, dan menjadikan proses belajar sebagai bagian penting dalam perjalanan meraih keberhasilan yang lebih tinggi,” kata dia.
Ia berharap, keberhasilan FTBI sebagai pijakan untuk memperluas pembinaan minat dan bakat peserta didik. Dengan dukungan sekolah dan semangat belajar yang berkelanjutan, semakin banyak siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai ajang kompetisi.
“Delapan penghargaan yang diraih tahun ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan prestasi. Siswa tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga pesan penting bahwa menjaga bahasa daerah merupakan bagian dari upaya merawat identitas dan memperkaya masa depan generasi muda,” kata dia. (***)