SMARTNEWS.ID – Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Tiga jurnal ilmiahnya berhasil lolos indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ), yang dikenal sebagai salah satu basis data jurnal akses terbuka paling kredibel di dunia.
Adapun tiga jurnal yang berhasil terindeks yaitu Jurnal Agrotropika (Fakultas Pertanian), Jurnal Geosains dan Remote Sensing/JGRS (Fakultas Teknik), serta Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) (FMIPA).
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan jurnal di lingkungan Unila telah memenuhi standar internasional. DOAJ sendiri menerapkan proses seleksi yang ketat, sehingga hanya jurnal dengan tata kelola transparan dan kualitas publikasi tinggi yang dapat terindeks.
Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bagian penting dalam upaya Unila menuju world class university. Ia menilai, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata meningkatnya mutu riset dan profesionalisme pengelolaan jurnal di Unila.
“Ini menjadi pengakuan internasional atas kualitas publikasi ilmiah Unila, sekaligus memperkuat posisi institusi dalam persaingan global,” ujarnya.
Kepala LPPM Unila, Dr. Eng. Ir. Dikpride Despa, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim pengelola jurnal. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam menjaga kualitas, terutama pada proses peer-review, menjadi kunci utama lolosnya seleksi DOAJ.
Menurutnya, capaian ini juga akan menjadi motivasi bagi jurnal lain di Unila untuk meningkatkan kualitas dan menargetkan indeksasi internasional.
Senada dengan itu, Ketua Pusat Publikasi dan Kerja Sama LPPM Unila, Ir. Gigih Forda Nama, S.T., M.T.I., IPM., menyebut DOAJ sebagai salah satu indikator penting dalam ekosistem publikasi ilmiah global. Masuknya ketiga jurnal tersebut mencerminkan kepatuhan terhadap standar terbaik, termasuk dalam aspek keterbukaan akses, lisensi, dan perlindungan hak cipta.
Ke depan, Unila akan terus memperkuat pendampingan dan kolaborasi guna mendorong lebih banyak jurnal mencapai akreditasi nasional (SINTA) dan indeksasi internasional.
Dengan terindeksnya ketiga jurnal tersebut, akses terhadap hasil penelitian Unila kini semakin terbuka bagi komunitas ilmiah dunia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan sitasi dan memperluas kontribusi Unila dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara global. (***)