SMARTNEWS.ID – Universitas Lampung (Unila) mendorong penguatan tata kelola nilai ekonomi karbon sebagai instrumen pembiayaan pelestarian hutan dan pembangunan rendah karbon untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Upaya tersebut dibahas dalam Seminar Nasional Pembangunan Berkelanjutan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila di Aula Dekanat Fakultas Pertanian, Jumat, 9 Oktober 2026.
Seminar bertema “Penguatan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Menuju Net Zero Emission Indonesia 2060” ini mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor kehutanan untuk membahas potensi ekonomi karbon sekaligus tantangan pengelolaannya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang membuka kegiatan mewakili rektor, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah pemanfaatan perdagangan karbon untuk mendukung perlindungan hutan, rehabilitasi lahan, dan pemulihan ekosistem. Skema ini berpotensi membuka sumber pembiayaan bagi upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan penyerapan karbon.
Namun, potensi tersebut membutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pengukuran, pelaporan, serta verifikasi yang kredibel menjadi faktor penting untuk memastikan pengurangan emisi benar-benar terjadi dan tidak menimbulkan penghitungan atau klaim karbon secara ganda.
Dalam mekanismenya, perdagangan karbon dapat dilakukan melalui perdagangan emisi, yakni transaksi unit kuota emisi, serta pengimbangan emisi (offset), yaitu transaksi unit karbon yang dihasilkan dari kegiatan pengurangan emisi atau peningkatan penyerapan karbon.
Seminar menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Dr. Ir. Mahfudz, M.P., sebagai pembicara utama. Narasumber lainnya ialah Kepala Biro Perencanaan Kementerian Kehutanan Dr. Edi Sulistyo Heri Susetyo, Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah VI Dr. Dudi Iskandar, serta Guru Besar Fakultas Pertanian Unila Prof. Slamet Budi Yuwono.
Diskusi dimoderatori Guru Besar Fakultas Pertanian Unila Prof. Samsul Bakri. Kegiatan turut dihadiri jajaran instansi kehutanan dan pengelolaan daerah aliran sungai, akademisi, serta mahasiswa Jurusan Kehutanan Unila. (***)