SMARTNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Lampung semakin serius menyiapkan lulusan SMA/SMK untuk menembus pasar kerja Jepang. Pada pelaksanaan Kelas Migran Vokasi Tahun Ajaran 2026/2027, proses rekrutmen kini dibuat lebih selektif agar peserta yang diterima benar-benar memenuhi standar perusahaan di Negeri Sakura.
Keseriusan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Selasa, 21 Juli 2026.
Kepala Disdikbud Thomas Amirico, S.STP., M.H, mengungkapkan, sebanyak 193 lulusan SMA/SMK telah berhasil melewati tahap seleksi awal. Namun, mereka belum dinyatakan lolos sepenuhnya karena masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum mengikuti pelatihan intensif.
“Peserta yang lolos screening pertama masih akan menjalani pemeriksaan berikutnya. Kami ingin memastikan mereka benar-benar siap, baik dari sisi kesehatan, fisik maupun mental, sehingga peluang bekerja di Jepang semakin besar,” kata Thomas usai rapat.
Ia menjelaskan, penyaringan peserta kini dilakukan lebih menyeluruh. Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan, ketajaman penglihatan, tinggi badan, kondisi tulang, hingga kesiapan psikologis. Sistem ini diterapkan untuk mengurangi risiko peserta gagal di tengah proses pendidikan maupun saat seleksi tenaga kerja di Jepang.
Menurutnya, program tahun ini juga menghadirkan perubahan pada sistem pembelajaran. Jika sebelumnya bahasa Jepang hanya dipelajari sebagai kegiatan tambahan beberapa kali dalam seminggu, kini peserta akan mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang setiap hari selama dua hingga tiga bulan.
“Pola belajarnya kami ubah agar peserta memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik sebelum memasuki dunia kerja di Jepang,” ujar mantan Sekretaris DPRD Lampung Selatan itu.
Selain mempersiapkan angkatan pertama, Disdikbud Lampung juga mulai membuka pendaftaran bagi calon peserta angkatan kedua. Proses peminatan dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli, sementara jumlah peserta yang diterima akan disesuaikan dengan hasil seleksi kesehatan dan fisik.
Ia mengatakan, lulusan program Kelas Migran Vokasi nantinya dipersiapkan untuk mengisi berbagai sektor industri yang saat ini banyak membutuhkan tenaga kerja Indonesia di Jepang, mulai dari caregiver, konstruksi, hingga hospitality.
“Melalui program ini, Pemprov Lampung berharap lulusan SMA/SMK tidak hanya memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang kerja di luar negeri dengan bekal kompetensi, disiplin, dan kemampuan bahasa yang memadai” kata dia. (***)