Institut Teknologi Sumatera

Rumah Amal Masjid Attanwir Itera Resmi Terbentuk, Perkuat Tata Kelola Zakat Kampus dan Dampak Sosial

ISTIMEWA

SMARTNEWS.ID – Rumah Amal Masjid Raya Attanwir Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi terbentuk pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kehadiran lembaga ini menjadi tonggak awal pengelolaan zakat yang lebih terstruktur di lingkungan kampus, sekaligus memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ketua Rumah Amal Masjid Raya Attanwir Itera, Frijan Masa’i, mengatakan pembentukan Rumah Amal tidak hanya berfungsi sebagai wadah penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai instrumen penguatan kesadaran sosial sivitas akademika.

“Program ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian dan kesadaran sivitas akademika Itera terhadap kewajiban zakat, sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujar Frijan, Kamis, 19 Maret 2026.

Pembentukan Rumah Amal ini langsung diikuti dengan penggalangan zakat fitrah dan fidyah yang berlangsung sejak 10 Maret 2026 hingga pendistribusian pada 17 Maret 2026. Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp24,44 juta yang kemudian disalurkan kepada empat golongan (asnaf), yakni fakir, miskin, muallaf, dan sabilillah.

Sebanyak 130 paket zakat disalurkan kepada masyarakat di sekitar kampus Itera, meliputi sejumlah wilayah di Jatisari seperti RT 06A, RT 05A, RT 05, RT 06 belakang wisma, serta RT Gerbang Barat. Penyaluran ini menyasar warga di luar sivitas akademika sebagai bentuk perluasan dampak sosial, terutama bagi kelompok mustadh’afin.

Di sisi lain, Rumah Amal juga menyalurkan 22 paket zakat kepada penerima internal kampus, yakni petugas keamanan dan kebersihan yang telah diverifikasi masuk kategori fakir dan miskin. Sementara itu, 10 paket zakat disalurkan kepada mahasiswa yang tergolong asnaf sabilillah, serta satu paket diberikan kepada mahasiswa muallaf.

Struktur pengelolaan Rumah Amal dipimpin oleh Frijan Masa’i dengan Dewan Syariah M. Luqmanul Hakim Habibie dan Bendahara Heru Ruwandar. Operasional teknis didukung tim kesekretariatan dan Badan Pengurus Harian Masjid Raya Attanwir yang menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan.

Secara lebih luas, pembentukan Rumah Amal mencerminkan upaya institusionalisasi pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi. Selama ini, praktik zakat di kampus cenderung bersifat sporadis dan belum terintegrasi dalam sistem yang transparan dan akuntabel.

Dengan hadirnya Rumah Amal, Itera berupaya menghadirkan model pengelolaan zakat berbasis kampus yang tidak hanya fokus pada penghimpunan, tetapi juga memastikan distribusi tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Masjid Raya Attanwir Itera juga tercatat sebagai bagian dari Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI). Keanggotaan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi antarmasjid kampus di Indonesia dalam penguatan peran keumatan, termasuk pengembangan Rumah Amal sebagai pusat aktivitas sosial dan filantropi berbasis kampus.

Frijan menegaskan, program zakat Ramadan ini menjadi fondasi awal bagi pengelolaan zakat sivitas akademika Itera secara berkelanjutan.

“Harapannya, keberadaan Rumah Amal dapat membawa keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh sivitas akademika Itera serta masyarakat sekitar,” kata dia. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close