Humaniora

Jejak Panjang Tamanuri: Dari Birokrat Daerah hingga Senayan, Kini Berpulang

DOK

SMARTNEWS.ID – Kabar duka menyelimuti dunia politik nasional sekaligus masyarakat Lampung. Tamanuri mengembuskan napas terakhir pada Senin pagi, 23 Maret 2026, pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Royal Taruma. Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang birokrat yang menjelma menjadi politisi berpengaruh di tingkat nasional.

Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Way Halim, Bandar Lampung—kota yang juga menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan pengabdiannya. Duka tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras dan penuh dedikasi.

Dari Tanah Abang

Lahir di Tanah Abang, Bunga Mayang, Lampung Utara, pada 8 Agustus 1952, Tamanuri memulai langkahnya sebagai aparatur sipil negara pada 1976. Kariernya bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan konsistensi. Ia menapaki jenjang demi jenjang birokrasi, dari staf hingga dipercaya mengemban jabatan strategis seperti camat dan sekretaris daerah.

Di masa itu, ia dikenal sebagai figur lapangan—pemimpin yang tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga turun langsung memahami kebutuhan masyarakat. Pengalaman inilah yang kelak membentuk karakter kepemimpinannya: pragmatis, dekat dengan warga, dan berorientasi pada solusi.

Memimpin Way Kanan

Nama Tamanuri semakin dikenal luas saat ia dipercaya memimpin Kabupaten Way Kanan sebagai bupati selama dua periode (2000–2010). Di bawah kepemimpinannya, berbagai program pembangunan daerah mulai digerakkan, terutama di sektor infrastruktur dasar dan pelayanan publik.

Masa kepemimpinannya menjadi salah satu fase penting dalam pembangunan Way Kanan, khususnya dalam membuka akses wilayah dan memperkuat tata kelola pemerintahan daerah. Ia dikenal sebagai pemimpin yang memahami betul ritme birokrasi sekaligus kebutuhan riil masyarakat di daerah.

Dari Daerah ke Senayan

Perjalanan politiknya berlanjut ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014 dari Partai NasDem untuk daerah pemilihan Lampung II. Di tingkat nasional, ia bergabung di Komisi V DPR RI, yang membidangi infrastruktur dan perhubungan—dua sektor yang sejak lama menjadi perhatian utamanya.

Di Senayan, Tamanuri tetap membawa semangat daerah. Ia dikenal aktif mengawal pembangunan infrastruktur, khususnya yang berdampak langsung pada konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Lampung dan wilayah Sumatera.

Warisan Pengabdian

Kepergian Tamanuri bukan sekadar kehilangan seorang politisi, tetapi juga hilangnya sosok yang merepresentasikan generasi birokrat-politisi dengan pengalaman panjang dan akar kuat di daerah.

Bagi banyak orang, ia adalah contoh perjalanan karier yang dibangun dari bawah—dari seorang pegawai negeri hingga menjadi pengambil kebijakan di tingkat nasional. Pengalamannya lintas sektor menjadikannya figur yang memahami hubungan antara kebijakan pusat dan realitas daerah.

Kini, jejak pengabdiannya menjadi bagian dari sejarah pembangunan Lampung. Sementara itu, duka yang ditinggalkannya menjadi pengingat bahwa di balik setiap jabatan dan pencapaian, ada dedikasi panjang yang tak tergantikan. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close