SMARTNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pembangunan infrastruktur dengan memfokuskan perbaikan jalan berstatus provinsi yang mayoritas berada di wilayah kabupaten. Langkah ini terbukti mendorong peningkatan signifikan tingkat kemantapan jalan pada 2026.
Berdasarkan data terbaru, kemantapan jalan provinsi meningkat dari 79,79 persen pada 2025 menjadi 85,46 persen pada 2026. Kenaikan ini ditopang oleh perbaikan intensif di ruas-ruas jalan yang melintasi kawasan kabupaten, terutama jalur penghubung sentra pertanian dan distribusi antarwilayah.
Sejumlah kabupaten mencatat peningkatan signifikan. Lampung Tengah naik dari 89,15 persen menjadi 99,22 persen, Lampung Timur dari 95,85 persen menjadi 100 persen, Mesuji dari 79,79 persen menjadi 100 persen, serta Pringsewu dari 82,14 persen menjadi 92,30 persen.
Sementara itu, daerah dengan kondisi awal rendah juga menunjukkan tren perbaikan, seperti Tulang Bawang yang meningkat dari 49,03 persen menjadi 63,77 persen, serta Way Kanan dari 58,74 persen menjadi 67,10 persen.
Dominasi ruas jalan provinsi di wilayah kabupaten menjadi faktor utama dalam capaian tersebut. Sebaliknya, kota seperti Bandar Lampung yang telah mencapai 100 persen kemantapan cenderung stabil, sehingga ruang peningkatan terbesar berada di kabupaten dengan jaringan jalan lebih panjang dan kompleks.
Percepatan pembangunan dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) melalui 29 titik pekerjaan yang difokuskan di ruas jalan provinsi kabupaten. Penanganan dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari rekonstruksi total, peningkatan struktur, hingga pelebaran jalan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, juga turun langsung meninjau perbaikan jalan di Way Kanan. Tiga ruas prioritas yang diperiksa meliputi Kasui–Air Ringkih, Sp. Soponyono–Serupa Indah, dan Tegal Mukti–Tajab.
Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp172,2 miliar untuk tujuh paket pekerjaan di wilayah tersebut. Investasi ini menegaskan fokus pembangunan pada jalan provinsi di kabupaten sebagai tulang punggung konektivitas daerah.
Peningkatan kualitas jalan di kabupaten mulai berdampak pada sektor ekonomi, di antaranya menurunkan biaya distribusi hasil panen, membuka akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Pemprov Lampung menilai strategi pembangunan yang memprioritaskan jalan provinsi di kabupaten telah berjalan tepat. Peningkatan kemantapan jalan di wilayah tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah secara merata, dari desa hingga pusat ekonomi. (***)