SMARTNEWS.ID – Kontingen Kota Bandar Lampung kembali menunjukkan kreativitasnya pada hari kedua Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (Fest Kreasi GTK) 2026. Kali ini, inovasi pembelajaran digital menjadi andalan melalui platform RIANG (Ruang Digital yang Bermakna dan Menyenangkan).
Inovasi tersebut dipresentasikan kontingen Bandar Lampung di GOR Ajisaka, Kabupaten Lampung Barat, Rabu, 2 September 2026. Tampil sebagai peserta nomor urut delapan, presentasi RIANG disampaikan langsung oleh Sopyan Ali, S.Pd, Kepala SD Negeri 2 Sawah Lama, Kota Bandar Lampung.
Di hadapan peserta dan penilai, Sopyan menekankan pentingnya kemampuan guru beradaptasi dengan perubahan teknologi yang bergerak semakin cepat.
“Di era digital sekarang, kita sebagai guru harus siap mengejar percepatan dari era 4.0 menuju 5.0 yang memaksa kita untuk terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Sopyan, sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung menghadapi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, guru-guru melalui Komunitas Belajar (Kombel) SD se-Kota Bandar Lampung berupaya mengidentifikasi berbagai kebutuhan guru, mulai dari modul ajar, referensi pembelajaran hingga model pembelajaran yang menarik dan kontekstual.
Dari kebutuhan tersebut kemudian lahir RIANG sebagai wadah untuk mengumpulkan sekaligus menyebarluaskan berbagai kreativitas guru.
Sopyan mengatakan selama ini banyak praktik baik yang lahir dari ruang kelas, tetapi belum seluruhnya dapat dibagikan kepada guru lain.
“Selama ini kita memiliki banyak praktik baik yang menarik. Namun sering kali hanya berhenti di kelas kita sendiri, tidak disebarluaskan dan tidak dimanfaatkan oleh guru lain,” jelasnya.
RIANG kemudian dikembangkan tidak sekadar sebagai tempat menyimpan perangkat pembelajaran. Platform tersebut dirancang menjadi ekosistem digital kolaboratif yang mempertemukan ide, karya, pengalaman, refleksi, dan praktik baik antarguru.
Melalui platform itu, guru dapat berbagi proses pembelajaran, pengalaman implementasi, hingga refleksi dan dampaknya terhadap peserta didik. Dengan demikian, inovasi yang muncul di satu kelas dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi guru lainnya.
“Melalui RIANG, setiap guru diharapkan dapat terus belajar, berbagi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” terang Sopyan.
Keunggulan lainnya, RIANG tidak hanya diperuntukkan bagi guru. Orang tua, kepala sekolah, hingga pengawas pendidikan juga dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan.
“Tidak hanya guru. Orang tua, kepala sekolah, hingga pengawas juga dapat menggunakan RIANG. Jadi platform ini multifungsi,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung Dr. M. Nur Ramdhan, M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kusrina, M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan kontingen Bandar Lampung dalam Fest Kreasi GTK 2026.
Menurut Kusrina, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk menunjukkan praktik baik sekaligus memperkenalkan inovasi yang telah dikembangkan di satuan pendidikan Kota Bandar Lampung.
“Keikutsertaan ini menjadi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk berbagi inovasi dan praktik baik. Kami berharap apa yang ditampilkan kontingen Bandar Lampung dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran,” ujar Kusrina. (ARYA)