SMARTNEWS.ID – Upaya mencegah kenakalan remaja terus diperkuat di lingkungan pendidikan. SMP Negeri 17 Bandar Lampung bersama jajaran Polresta Bandar Lampung menggelar pembinaan karakter dan kedisiplinan bagi siswa, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk memahami pentingnya disiplin, menjaga pergaulan, menjauhi kekerasan, serta bijak menggunakan media sosial.
Kepala sekolah setempat, Jondri Haryadi, M.Pd.I, mengatakan pembinaan kepada siswa merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang aman sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membangun sikap, kedisiplinan dan kesadaran siswa agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami terus mendorong anak-anak untuk menjaga kedisiplinan, menghormati guru dan orang tua, menjaga pergaulan serta fokus meraih prestasi. Pembinaan seperti ini penting agar siswa memahami batasan dan konsekuensi dari setiap tindakan,” ujar Jondri.

Dalam kegiatan tersebut, ujar dia, Kasat Binmas Polresta Bandar Lampung memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang harus dihindari.
“Para siswa diingatkan untuk tidak terlibat tawuran, bullying atau perundungan, kekerasan, maupun tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Selain itu, pelajar juga mendapat pemahaman mengenai larangan membawa senjata tajam, flare, petasan maupun benda yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Pesan lainnya yakni menyangkut penggunaan media sosial. Para siswa diminta tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan konten yang dapat menimbulkan persoalan hukum maupun merugikan orang lain.
Menurut dia, pihak kepolisian juga mengingatkan pelajar agar menjauhi narkotika, obat-obatan terlarang dan berbagai bentuk penyalahgunaan obat yang dapat berdampak serius terhadap masa depan mereka.
Jondri menilai, pendekatan pembinaan harus dilakukan secara bersama-sama antara sekolah, keluarga dan aparat penegak hukum.
“Anak-anak perlu diarahkan dan didampingi. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter dan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif,” katanya.
Ia mengatakan, lingkungan sekolah yang aman dan kondusif akan memberikan ruang lebih besar bagi siswa untuk berkembang, belajar dan mengejar prestasi.
Karena itu, pihak sekolah berkomitmen terus membangun komunikasi dengan orang tua, guru, komite sekolah serta pihak kepolisian dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.
Kegiatan pembinaan tersebut, katanya, juga diharapkan meningkatkan kesadaran siswa untuk menaati tata tertib sekolah, menjauhi pergaulan negatif, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Prestasi harus berjalan bersama dengan karakter. Kami ingin siswa SMPN 17 tidak hanya unggul dalam belajar, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab dan sikap yang baik,” kata dia. (***)