ISTIMEWA
SMARTNEWS.ID – Wakil Gubernur Jihan Nurlela menghadiri Perayaan Natal Oikumene Provinsi Lampung Tahun 2025 yang digelar di Gedung Graha Wangsa, Jumat, 9 Januari 2026. Perayaan ini dihadiri oleh sekitar 2.000 umat Kristiani dari berbagai aras gereja.
Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyampaikan apresiasi atas suasana khidmat dan penuh toleransi yang tercipta dalam perayaan tersebut. Ia menekankan bahwa tema Natal kali ini, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, sangat relevan dengan dinamika tantangan global saat ini.
”Tema Oikumene hari ini sangat relevan. Keluarga adalah pondasi utama dan pertama yang menyelamatkan kita dari berbagai tantangan, baik itu tantangan ekonomi, sosial, hingga perubahan iklim. Entitas terkecil yang menyelamatkan kita adalah keluarga,” ujar Wagub Jihan di hadapan ribuan jemaat yang hadir.
Wagub Jihan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendorong program-program pembangunan yang menyentuh penguatan ketahanan keluarga sebagai basis moral dan spiritual masyarakat.
Selain isu ketahanan keluarga, Wagub Jihan juga menyoroti pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Mengutip pesan Paus Fransiskus, Wagub Jihan mengingatkan bahwa manusia bukanlah pemilik bumi, melainkan penjaga yang dipercaya oleh Tuhan.
”Alam ini kita pinjam dari anak-anak generasi masa depan. Yang namanya meminjam artinya harus kita kembalikan dalam keadaan baik. Maka, mari kita sama-sama lakukan ‘tobat ekologis’ untuk menjaga keseimbangan alam,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Jihan juga memberikan apresiasi kepada seluruh umat Kristiani di Lampung yang telah menunjukkan solidaritas nyata dengan menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir di wilayah Sumatera beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal tersebut adalah manifestasi nyata dari nilai kasih terhadap sesama.
”Perayaan Natal ini tidak hanya kita maknai sebagai perayaan iman, tetapi juga sebagai panggilan kemanusiaan untuk menjaga kehidupan, merawat lingkungan, dan memperkuat solidaritas lintas iman,” tutup Wagub Jihan.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Tanjung Karang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi percepatan perubahan zaman dan tantangan globalisasi.
Menurut Uskup Vinsensius, keluarga merupakan sel terkecil dari masyarakat yang menentukan masa depan bangsa.
”Tidak akan ada keselamatan untuk seluruh manusia dan masyarakat tanpa perhatian kepada keluarga. Di dalam keluarga, anak-anak sebagai pihak yang paling rentan harus mendapat perhatian utama. Jika nilai-nilai luhur seperti gotong royong, tepa selira, dan persatuan tidak ditanamkan sejak dini, mereka akan kehilangan persepsi tentang arti kesatuan negara Indonesia,” ujar Mgr. Vinsensius
Selain isu keluarga, Uskup Tanjung Karang turut mensinergikan pesan Natal dengan Arah Dasar Keuskupan tahun ini, yaitu “Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup”. Ia mengajak masyarakat untuk merawat potensi besar yang dimiliki Lampung, mulai dari pariwisata bahari hingga lahan pertanian yang subur, sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat manusia dan kelestarian alam.
Uskup Vinsensius kemudian menyerukan semangat kolaborasi inklusif demi kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa dalam konteks pembangunan daerah, sekat-sekat agama harus dilebur menjadi satu kekuatan bersama.
”Keterlibatan masyarakat adalah gerakan bersama. Ketika berbicara untuk Provinsi Lampung, kita tidak lagi berjalan atas nama Katolik, Muslim, Protestan, atau Hindu, tetapi kita memiliki satu nama yang sama, yaitu Masyarakat Provinsi Lampung,” pungkasnya. (***)