ISTIMEWA
SMARTNEWS.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kota Bandar Lampung. Dua Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar (SD) , yakni Ketua K3S Kecamatan Telukbetung Barat, Heri Risdiyanto, dan Ketua K3S Kecamatan Telukbetung Utara, Muhammad Akbar, S.Pd., berhasil menembus 10 besar (finalis) pada ajang AI Ideathon yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS).
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa para pemimpin pendidikan di daerah tidak hanya berfokus pada manajemen sekolah, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat.
Piagam penghargaan dan piala diserahkan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., yang akrab disapa Kiyai Mirza, dalam sebuah seremoni resmi yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Gubernur Lampung, pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan AWS Indonesia, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan teknologi.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Heri Risdiyanto mengembangkan sebuah proyek aplikasi AI bertema “PartyRock Application for Sorting and Utilizing Waste in the Surrounding Environment.” Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan limbah di lingkungan sekitar secara lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan teknologi AI, aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang bernilai guna.
Sementara itu, Muhammad Akbar, S.Pd., mengusung inovasi bertema “Solar Panel Technology for Irrigation Based on the PartyRock Application.” Proyek ini memadukan teknologi panel surya dan kecerdasan buatan untuk mendukung sistem irigasi yang ramah lingkungan dan efisien, khususnya bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan energi dan air di masa depan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih oleh kedua Ketua K3S tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia Lampung, khususnya di sektor pendidikan, memiliki daya saing dan kemampuan inovasi yang tidak kalah dengan daerah lain.
“Saya sangat mengapresiasi capaian Bapak Heri Risdiyanto dan Bapak Muhammad Akbar. Ini adalah bukti bahwa kepala sekolah dan pemimpin pendidikan di Lampung mampu menjadi pelopor inovasi, bahkan di bidang teknologi canggih seperti kecerdasan buatan. Saya berharap prestasi ini dapat menginspirasi guru dan kepala sekolah lainnya untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujar Gubernur yang akrab disapa Kiyai Mirza.
Apresiasi juga disampaikan oleh Head of Training & Certification AWS Indonesia, Yashinta Bahana, yang menilai ide-ide yang dikembangkan oleh Heri dan Akbar memiliki dampak nyata serta relevansi tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat bangga melihat partisipasi aktif para pendidik dari Lampung dalam AI Ideathon ini. Proyek yang dikembangkan oleh Bapak Heri dan Bapak Akbar menunjukkan bahwa teknologi AI, melalui platform seperti PartyRock, dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan, energi, dan pertanian secara inovatif. AWS berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas talenta digital di Indonesia,” ungkap Yashinta Bahana.
Lebih lanjut diinformasikan bahwa keberhasilan Heri Risdiyanto dan Muhammad Akbar dalam ajang AI Ideathon ini tidak terlepas dari dukungan penuh Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung serta K3S Bandar Lampung. Dukungan tersebut meliputi dorongan moral, fasilitasi pengembangan kompetensi, serta penguatan ekosistem kolaborasi antar kepala sekolah dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi.
Keikutsertaan dan prestasi ini diharapkan menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Bandar Lampung untuk terus bergerak maju, mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran maupun solusi sosial, serta memperkuat peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan.
Dengan capaian ini, Heri Risdiyanto dan Muhammad Akbar, tidak hanya mengharumkan nama K3S di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa inovasi, kolaborasi, dan semangat belajar sepanjang hayat adalah kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan dan pembangunan di era transformasi digital. (***)