Pemkot Balam

Eva Dwiana Perintahkan Sungai Dibersihkan, Antisipasi Banjir Bandar Lampung


SMARTNEWS.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat langkah antisipasi banjir menjelang musim penghujan dengan membersihkan dan mengeruk sejumlah sungai yang mengalami penumpukan sampah dan sedimentasi.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan Satgas Gabungan Mitigasi Bencana bersama seluruh perangkat daerah terkait meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memastikan sungai dan saluran drainase berfungsi optimal untuk menampung serta mengalirkan air hujan.

Penanganan difokuskan pada Sungai Way Awi dan Way Balau yang mengalami hambatan aliran akibat tumpukan sampah dan sedimentasi.

“Menjelang musim penghujan, seluruh jajaran harus meningkatkan kesiapsiagaan. Sungai dan drainase perlu dipastikan bersih agar aliran air tidak terhambat. Ini merupakan bagian dari upaya kita mengantisipasi banjir dan meminimalkan risiko genangan di wilayah Bandar Lampung,” ujarnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Salah satu kegiatan pembersihan dilaksanakan di Sungai Way Awi pada Kamis, 29 Oktober. Petugas gabungan bekerja sejak pukul 04.20 WIB hingga 20.30 WIB untuk mengangkat sampah yang menyumbat aliran sungai.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur kecamatan, kelurahan, pamong, RT, dan Linmas.

Kepala Dinas Damkarmat, Camat Kedaton, Camat Tanjung Karang Timur, serta Sekretaris BPBD turut memantau langsung pelaksanaan pembersihan di lokasi.

Sementara itu, penanganan Sungai Way Balau di Jalan Ainan, Kelurahan Kalibalau Kencana, juga telah dilakukan melalui pengerukan sedimentasi. Pekerjaan tersebut selesai pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Pengerukan dilakukan untuk mengangkat endapan lumpur yang menumpuk di dasar sungai sehingga kapasitas dan kelancaran aliran air dapat terjaga.

Penanganan berlanjut pada Jumat, 30 Oktober di Jalan Persada, Kelurahan Kalibalau Kencana. Dinas PU melakukan pembersihan sisa sedimentasi sekaligus menyiapkan pengangkutan lumpur yang menumpuk di sekitar lokasi pengerukan.

Ia mengataka, upaya mengantisipasi banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting.

“Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase serta ikut menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing,” katanya.

Ia berharap melalui pembersihan sungai, pengerukan sedimentasi, dan keterlibatan masyarakat, potensi penyumbatan aliran air dapat ditekan sehingga risiko banjir dan genangan saat musim penghujan bisa diminimalkan. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close