DPRD Provinsi LampungTaring Lampung

Ketua DPRD Lampung Tantang Pers: Kritis Saja Tak Cukup, Harus Hadirkan Solusi


SMARTNEWS.ID – Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar mendorong insan pers meningkatkan kualitas pemberitaan dengan tetap kritis, namun tidak berhenti pada kritik. Ia meminta media ikut menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Giri Akbar saat menerima pengurus dan anggota Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Taring) Lampung di ruang kerjanya, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Giri – sapaannya itu, pers memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menyuarakan berbagai persoalan publik. Karena itu, kualitas pemberitaan dinilai perlu terus diperkuat agar kritik yang disampaikan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Media juga meningkatkan kualitas dalam tulisan sehingga apa yang menjadi saran dan masukan dapat memberikan solusi kepada masyarakat,” pesan Giri.

Ia menilai sikap kritis dan keterbukaan merupakan bagian penting dalam kerja jurnalistik. Namun, pemberitaan diharapkan memiliki arah yang lebih konstruktif dengan turut mendorong penyelesaian terhadap persoalan yang diangkat.

“Bagaimana kritis, bagaimana keterbukaan, tetapi arah dan orientasinya solusi. Sehingga masyarakat juga punya dampak dari pemikiran kita,” ujarnya.

Menurut dia, upaya mencari solusi terhadap persoalan publik bukan hanya menjadi tanggung jawab pers. Masyarakat juga memiliki ruang dan tanggung jawab untuk memberikan masukan.

“Saya rasa bukan hanya pewarta atau media, tetapi seluruh masyarakat juga punya andil dalam memberikan solusi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Taring Yusmart DS mengatakan, jurnalis tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan kontrol sosial melalui pemberitaan yang berpijak pada fakta.

Menurut dia, fungsi tersebut perlu berjalan beriringan dengan kemerdekaan pers dan komunikasi yang terbuka antara media dengan lembaga publik.

“Kami berkomitmen akan membangun komunikasi dengan DPRD Lampung tanpa menghilangkan fungsi pers dalam melakukan peliputan dan menyampaikan informasi kepada publik,” katanya.

Sinergi antara pers dan lembaga publik, katanya, tidak boleh dimaknai sebagai penghilangan sikap kritis media. Menurutnya, komunikasi justru diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses peliputan maupun pemberitaan.

“Harapan kami ke depan, membangun sinergi yang lebih erat. Insyaallah Taring ini di dalamnya memiliki komitmen yang sama, bagaimana kemerdekaan pers. Untuk itu kita jangan sampai ada miskomunikasi,” tuturnya. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close