Pemkot Balam

Kondisi Bayi Ditemukan di Rajabasa Stabil, Warga Ingin Adopsi Harus Lalui Prosedur

Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PPPA, dan Plt Direktur RSUD A Dadi Tjokrodipo, menjawab pertanyaan awak media terkait penemuan bayi di Rajabasa Bandar Lampung, di RSUD A Dadi Tjokrodipo, Kamis, 10 Agustus 2023. ISTIMEWA

SMARTNEWS.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung, Maryamah, mengapresiasi kepedulian masyarakat setempat terhadap nasib bayi terlantar yang ditemukan di Desa Sinar Harapan, Rajabasa, Bandar Lampung, pada Selasa malam, 8 Agustus 2023.

Kepedulian tersebut terlihat dari banyaknya warga yang datang untuk melihat dan menyatakan niat untuk mengadopsi bayi yang kini dirawat di RSUD A Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung.

Terkait hal itu, Maryamah mengatakan ada prosedur yang harus dilalui oleh calon orang tua yang hendak mengadopsi. Bayi tersebut masih mendapat perawatan di rumah sakit sambil menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

“Untuk saat ini kami lindungi dan rawat di sini dulu, saya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Terkait adopsi itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya yang mengadopsi ini pasangan nikah resmi minimal tiga tahun belum punya anak, lalu ditegaskan oleh putusan Pengadilan Negeri,” ungkap Maryamah kepada awak media di RSUD A Dadi Tjokrodipo, Kamis, 10 Agustus 2023.

“Tetapi sekarang kita masih menunggu hasil BAP Polisi. Apakah ada unsur sengaja atau tidak, tetap harus ditindak,” sambungnya.

Menurut Maryamah penemuan bayi ini merupakan yang pertama pada tahun 2023. “Selama saya menjabat, ini pertama, mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD A Dadi Tjokrodipo dr. Ferri Mulyadi mengatakan selama dirawat, bayi perempuan dengan berat badan 3.300 gram dan panjang 50 cm itu dalam kondisi stabil.

“Secara klinis semua pengecekan darah dan lainnya bagus, tapi di area kemaluan dan paha ada bekas gigitan semut dan sudah diatasi. Tali pusarnya sendiri sudah terpasang lem, yang berarti bayi ini melewati persalinan medis,” bebernya.

Meski dalam kondisi stabil, lanjut Ferri, bayi tersebut tidak dipindah dari ruang perinatologi sebab masih dalam pemantauan dokter untuk mengantisipasi kemungkinan infeksi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Badar Lampung Desti Mega Putri menjelaskan pihaknya telah berkordinasi dengan UPT Puskesmas setempat untuk mengetahui apakah ada warga yang melahirkan di sana.

“Saya sudah koordinasi dengan Puskesmas sana, kelihatan sekali bukan warga Rajabasa mengingat desa itu berbatasan dengan kabupaten lainnya. Sementara ini tidak ada yang melahirkan atau membuang bayinya pada puskemas wilayah itu,” terangnya.

Camat Rajabasa Hendri Satria menegaskan pihaknya kini tengah mengupayakan pencarian orang tua yang tega membuang bayinya itu.

“Kebetulan saya habis rapat lintas sektor, kemungkinan ada para medis yang membantu. Saya instruksikan lurah untuk menyebarkan informasi kepada warga adanya penemuan bayi dengan ciri-ciri khusus yaitu tanda lahir di kening,” pungkasnya. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close