DOK MKKS SMA LAMPUNG
SMARTNEWS.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mulai mematangkan rencana penerapan SMA Terbuka sebagai solusi perluasan akses pendidikan menengah di daerah.
Keseriusan itu ditunjukkan melalui kegiatan studi tiru yang dilakukan Bidang Pembinaan SMA (PSMA) Disdikbud Lampung bersama Ketua MKKS SMA provinsi, kabupaten/kota se-Lampung ke SMAN 15 Bandung dan SMAN 4 Bandung.
Sebanyak 28 peserta dalam rombongan tersebut mempelajari langsung praktik penyelenggaraan SMA Terbuka yang telah berjalan di Jawa Barat, mulai dari sistem pembelajaran, pengelolaan siswa, hingga pola pendampingan tenaga pendidik.

Ketua MKKS SMA Lampung, Drs. Suharto, M.Pd, mengatakan studi tiru itu menjadi langkah awal dalam menyiapkan model pendidikan fleksibel yang dapat menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mengikuti sekolah reguler.
“Program SMA Terbuka ini sangat potensial untuk membantu anak-anak yang terkendala ekonomi, pekerjaan, jarak, maupun kondisi tertentu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Suharto, Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan memperoleh informasi bahwa SMA Terbuka di SMAN 15 Bandung telah berjalan sejak 2018 dan kini memiliki 147 siswa.
Model pembelajaran yang diterapkan menggunakan sistem hybrid dengan komposisi 30 persen tatap muka dan 70 persen daring.
Para siswa, ujar kepala SMAN 1 Bandar Lampung, itu berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang sudah bekerja maupun memiliki keterbatasan mengikuti pembelajaran reguler setiap hari.
“Guru pembelajaran berasal dari sekolah induk sebagai guru kunjung, sedangkan guru pamong berasal dari tenaga honorer yang bertugas mendampingi peserta didik,” katanya.
Meski menggunakan sistem terbuka, kurikulum yang diterapkan tetap sama dengan sekolah induk. Status siswa di Dapodik, raport hingga ijazah juga tidak dibedakan dengan siswa reguler.
Menurut Suharto, hasil studi tiru tersebut nantinya akan menjadi bahan kajian Disdikbud Provinsi Lampung sebelum program diterapkan secara resmi.
“Implementasinya masih menunggu kebijakan Disdikbud Provinsi Lampung, namun direncanakan mulai tahun pelajaran 2026/2027,” katanya.
Ia menilai SMA Terbuka dapat menjadi alternatif strategis untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas layanan pendidikan menengah di Provinsi Lampung.
Selain ke SMAN 15 Bandung, rombongan juga melakukan pengamatan di SMAN 4 Bandung guna melihat pola pengelolaan SMA Terbuka dari sisi manajemen sekolah dan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
“Program SMA Terbuka sendiri merupakan model pendidikan formal yang memberi fleksibilitas belajar bagi siswa tanpa meninggalkan standar kurikulum nasional,” kata dia. (***)