SMARTNEWS.ID Lima mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Mereka dipercaya mempresentasikan hasil riset dalam International Conference on Digital, Social, and Science (ICoDSS) 2026, forum ilmiah yang mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara.
Konferensi yang digelar secara daring oleh Ebizmark Academic pada Kamis, 23 Juli 2026, itu menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan ilmiah mengenai isu-isu global, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), tata kelola perusahaan, keamanan siber, keuangan syariah, hingga digitalisasi sistem pembayaran.
Lima mahasiswa yang tampil sebagai pemakalah yakni Siti Wulandari, Suherni Dwi Listiani, Tomi Erlangga, Ahmad Rizki Apriansyah, dan Esti Novi Yanti. Masing-masing mempresentasikan artikel ilmiah dengan tema berbeda yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital dan tantangan dunia usaha saat ini.
Dekan FEBI UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Kumedi Ja’far, S.Ag., M.H, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas budaya akademik di lingkungan fakultas.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional bukan hanya menjadi ajang mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga kesempatan membangun jejaring akademik dengan peneliti dari berbagai negara.
“Partisipasi mahasiswa dalam konferensi internasional merupakan langkah nyata menuju internasionalisasi pendidikan tinggi. Kami mengapresiasi dedikasi mahasiswa beserta dosen pembimbing yang terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Pengalaman ini akan memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memperkuat jejaring akademik mereka di tingkat global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Dr. E. Ridwansyah, M.E.Sy, menilai capaian tersebut merupakan hasil pembinaan akademik yang dilakukan secara konsisten di lingkungan program studi.
Ia mengatakan mahasiswa tidak hanya didorong menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga dibekali kemampuan melakukan penelitian, menyusun publikasi ilmiah, serta tampil dalam seminar dan konferensi internasional.
“Kami ingin lulusan Akuntansi Syariah tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, menyampaikan gagasan ilmiah secara profesional, dan mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Program Studi Akuntansi Syariah, Dr. Suhendar, S.E., M.S.Ak., Akt., ChFA, menyebut pengalaman menjadi pemakalah di forum internasional memberikan nilai tambah yang tidak diperoleh mahasiswa hanya melalui proses perkuliahan di kelas.
Menurutnya, mahasiswa memperoleh kesempatan berdialog dengan akademisi dari berbagai negara, menerima masukan terhadap hasil penelitiannya, sekaligus memperluas perspektif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
“Keikutsertaan dalam konferensi internasional merupakan investasi akademik yang sangat penting. Pengalaman ini akan membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih percaya diri, adaptif, serta memiliki perspektif global dalam menghadapi perkembangan dunia akademik maupun dunia kerja,” ujarnya.
Selain memperkuat kompetensi mahasiswa, partisipasi dalam forum internasional juga mendukung peningkatan kualitas institusi, termasuk penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, serta internasionalisasi akademik yang menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan perguruan tinggi. (***)