SMARTNEWS.ID – Gagasan pemberdayaan kelompok rentan mengantarkan tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung meraih prestasi di tingkat nasional.
Ketiganya berhasil menyabet Juara II kategori Naskah Terbaik (Best Script Award) dalam ajang Student Spotlight Competition pada The 25th Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2026.
Mereka adalah RA. Hairunnisa Azra, Kayla Nurkalih Az-zahra, dan Ardelia Mahrani, mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK).
Bergabung dalam tim Three Care Empowerment, ketiganya meraih penghargaan melalui karya video berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Kesehatan dan Kesejahteraan Kelompok Rentan”.
Berdasarkan pengumuman resmi penyelenggara, tim tersebut memperoleh nilai 89,0 dan menempati posisi kedua kategori Best Script kelompok Bahasa Indonesia.
Penetapan pemenang tertuang dalam Keputusan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Nomor 2216 Tahun 2026 tentang Penetapan Pemenang Lomba Video Presentasi Mahasiswa AICIS Tahun 2026, tertanggal 30 Oktober 2026.
Karya ketiga mahasiswa itu mengangkat persoalan pemberdayaan masyarakat, khususnya upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan kelompok rentan.
Dekan FDIK UIN RIL, Prof. Dr. Faizal, M.Ag., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas akademik sekaligus mengangkat persoalan sosial melalui media komunikasi.
“Keberhasilan meraih Juara II Best Script AICIS+ 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi memiliki kemampuan akademik, kreativitas, serta kepedulian terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat,” ujarnya, Minggu, 1 November 2026.
Ia menilai, karya tersebut menjadi bukti bahwa keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam tidak sebatas dipelajari di ruang kelas, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan inovatif yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Faizal berharap prestasi tersebut mendorong mahasiswa lainnya untuk meningkatkan literasi digital, mengembangkan potensi, serta aktif mengikuti kompetisi ilmiah dan kreativitas mahasiswa.
Menurutnya, integrasi keilmuan dakwah, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat dengan perkembangan teknologi digital penting agar karya mahasiswa tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ajang Student Spotlight Competition AICIS+ 2026 sendiri menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan ilmiah melalui video presentasi kreatif. Kompetisi ini mencakup sejumlah kategori penghargaan, mulai dari konten, naskah, narasi, sinematografi, penyuntingan hingga karya paling kreatif dan menginspirasi. (***)