Perguruan Tinggi

Prof Rudy Resmi Masuk Bursa Pilrek Unila, Usung Komitmen Adu Gagasan


SMARTNEWS.ID – Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 semakin dinamis. Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor (Bacarek) dengan menyerahkan seluruh berkas persyaratan kepada Panitia Pemilihan Rektor Unila, Jumat, 28 Agustus 2026.

Berkas pendaftaran diserahkan Prof. Rudy sekitar pukul 14.00 WIB di Sekretariat Pilrek, Gedung Rektorat Unila lantai tiga. Kedatangannya menambah daftar kandidat yang siap mengikuti tahapan kontestasi pemilihan pimpinan kampus tersebut.

Penyerahan berkas diterima langsung Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum; didampingi Ketua Senat Unila Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd; Koordinator Pendaftaran dan Verifikasi Prof. Dr. Novita Tresiana, S.Sos., M.Si; serta tim pendukung panitia.

Panitia kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kelengkapan dokumen yang diserahkan, termasuk berkas F1 hingga F13 yang menjadi persyaratan administrasi Bacarek.

Ketua Panitia Pilrek Unila, Muhammad Akib, menegaskan seluruh proses penjaringan bakal calon dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan integritas.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menjaga suasana kontestasi tetap sehat dengan mengedepankan gagasan, bukan kampanye negatif.

“Terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031. Mudah-mudahan proses ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh integritas. Mari kita hindari proses-proses yang sifatnya negative campaign atau black campaign, mari kita berjuang beradu gagasan,” ujar Muhammad Akib.

Usai menyerahkan berkas, Prof. Rudy mengaku bersyukur dapat secara resmi mengikuti tahapan Pilrek Unila. Ia datang bersama tim pendukung, termasuk Prof. Dr. Elza Syarief, S.H., M.H., CIQnR, CIQaR., dan Muhammad Farhat Abbas, S.H., M.H.

Bagi Prof. Rudy, keputusan maju dalam Pilrek merupakan bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di Unila yang telah berlangsung hampir 24 tahun.

“Bagaimanapun juga saya hampir 24 tahun pengabdian di Unila dan selalu terbersit dalam jiwa saya untuk memajukan Unila. Oleh karena itu kita harus ikut kontestasi ini,” kata Prof. Rudy.

Ia memastikan akan mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan Senat Unila, termasuk menjaga kontestasi dari praktik negative campaign maupun black campaign.

Menurutnya, proses pemilihan rektor harus menjadi arena untuk mempertemukan gagasan terbaik mengenai masa depan Unila.

“Kita akan berkomitmen dalam menjaga tatib Senat mengenai negative campaign, serta berharap bantuan dari tim panitia untuk bisa melaksanakan pemilihan Rektor yang berintegritas,” ujarnya. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close