SMARTNEWS.ID – Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat mengenal dan menilai potensi wisata suatu daerah. Tidak lagi hanya menjadi sarana berbagi informasi, platform digital kini berperan besar dalam membentuk persepsi publik terhadap destinasi wisata, termasuk di Provinsi Lampung.
Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung (Unila), Toni Wijaya, yang berhasil meraih gelar doktor dalam Program Studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila, Rabu, 3 Juni 2026.
Dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar di lingkungan FISIP Unila, Toni mempresentasikan disertasi berjudul “Dinamika Kontestasi Realitas: Analisis Konten Digital dalam Narasi Pariwisata Lampung di Instagram”. Penelitian tersebut mengkaji bagaimana narasi pariwisata Lampung dibangun melalui konten digital yang tersebar di media sosial.
Penelitian dilakukan dengan menganalisis 60 unggahan pada akun Instagram @lampuung dan @potraitlampung yang selama ini dikenal aktif mempromosikan berbagai destinasi wisata di Lampung.
Menurut Toni, media sosial saat ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga menjadi ruang terbentuknya realitas yang memengaruhi cara masyarakat memandang suatu daerah.
“Narasi visual dan tekstual yang hadir di Instagram tidak sekadar memperkenalkan destinasi wisata, tetapi turut membentuk persepsi publik terhadap potensi pariwisata Lampung,” ujarnya saat memaparkan hasil penelitian.
Ia menjelaskan, pesatnya perkembangan media digital membuat konten yang beredar di internet memiliki pengaruh besar terhadap keputusan dan minat masyarakat untuk mengunjungi suatu destinasi. Karena itu, penting memahami bagaimana sebuah daerah direpresentasikan melalui unggahan yang dikonsumsi publik setiap hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi pariwisata Lampung di media sosial bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jenis konten yang ditampilkan, cara penyampaian pesan, hingga interaksi pengguna media sosial.
Temuan lainnya mengungkap bahwa wisata alam dan bahari menjadi kategori yang paling dominan dipromosikan dalam unggahan kedua akun tersebut. Keindahan pantai, pulau, serta lanskap alam Lampung menjadi konten yang paling sering muncul dan memperoleh perhatian pengguna.
Toni menilai hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan sektor pariwisata dalam menyusun strategi promosi yang lebih efektif di era digital.
Menurutnya, pengelolaan citra daerah melalui media sosial perlu dilakukan secara terencana agar mampu memperkuat identitas pariwisata Lampung sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, yang mewakili rektor dalam sidang tersebut, menyampaikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih Toni Wijaya.
Ia berharap ilmu dan hasil penelitian yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas promosi potensi Lampung melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam sidang tersebut, Toni Wijaya dinyatakan lulus sebagai doktor ke-16 Program Studi Doktor Studi Pembangunan FISIP Unila dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83 dan predikat sangat memuaskan.
Penelitian tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya kajian akademik di bidang komunikasi dan pembangunan, tetapi juga menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya sektor pariwisata, dalam memperkuat strategi branding daerah di tengah semakin pesatnya perkembangan media digital. (***)