SMARTNEWS.ID (Medan) — Menjelang kedatangan Kapolda Sumatera Utara yang baru yakni Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, sejumlah aliansi masyarakat akan melaksanakan aksi damai di Mapolda dan DPRD Sumatera Utara. Hal itu, terkait semakin maraknya tindak kejahatan diwilayah Sumatera Utara beberapa waktu terakhir ini.
Informasi yang beredar terkait aksi damai yang akan dilakukan oleh sejumlah aliansi masyarakat itu, rencananya akan dilaksanakan pada Selasa, 25 Juli 2023, pada pukul 09.00 WIB, hingga selesai. Dimana, sejumlah aliansi masyarakat menuntut kepada Kapolda Sumatera Utara, agar bisa memberantas tindak kejahatan, narkoba dan permasalahan hukun lainnya yang terjadi dimasyarakat selama ini.
Hal itu terungkap dalam pertemuan beberapa organisasi yang dilaksanakan di Kantor DPC HBB (Horas Bangso Batak) Medan Jalan Bajak II Marindal, Medan, Senin, (17/7/2023)
Aliansi ini terdiri dari Horas Bangso Batak (HBB), Pejuang Batak Bersatu (PBB), Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP), Solidaritas Angkutan Transportasi Umum Becak Bermotor (SATU BETOR), Pemantau Kinerja Aparatur Negara Pembaharuan Nasional (LSM PENJARA), Forum Rakyat Bersatu (FRB), Komite Tani Menggugat (KTM) dan sejumlah aliansi masyarakat lainnya.
Dimana, dalam pertemuan itu membahas mengenai aksi damai dengan sejumlah masa yang besar. Dimana, dalam aksi damai itu yang dilaksanakan itu untuk mengingatkan Kapolda Sumatera Utara, agar bisa menciptakan suasana yang aman, damai dan memberantas permasalahan melawan hukun diwilayah Sumatera Utara.
Dari pertemuan sejumlah aliansi masyarakat itu, menghasilkan beberapa tuntutan dalam rencana aksi damai itu diantaranya :
1. Menyambut kedatangan Kapolda Sumut yang baru, yaitu Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi.
2. Meminta Kapolda Sumut memprioritaskan menumpas kejahatan begal, geng motor, narkoba, dan lainnya di Sumatera Utara.
3. Meminta Polda Sumut agar bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda ) dalam menyelesaikan konflik atau tindakan kejahatan yang terjadi di Sumatera Utara.
4. Meminta Kapolda Sumut untuk menindak tegas para kaum intoleran yang dapat memecah belah keutuhan NKRI.
5. Agar Kapolda Sumut bertindak tegas terhadap para oknum mafia tanah yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat.
6. Mengusut tuntas para penadah barang dari tindakan kejahatan.
7. Menindak tegas para aparat yang terlibat dalam kejahatan narkoba.
Ketum DPP HBB Lamsiang Sitompul, sangat mengapresiasi sikap Wali Kota Medan yang mendukung tembak pelaku begal. Namun ia minta, agar statemen tersebut juga diikuti dengan tindakan nyata di lapangan.
“Kepada Wali Kota Medan kita minta merazia semua tempat hiburan laksanakan tes urin tanpa pandang bulu. Itu kalau Wali Kota Medan serius dengan statemennya soal mendukung penembakan begal dan geng motor,” tegasnya. (ihb)