Pemkot Balam

Syawal di Halaman Disdikbud, Ketika Maaf Menjadi Energi Baru Bekerja

FOTO: TAUFIQUR ROHMAN

SMARTNEWS.ID – Pagi itu, Senin, 30 Maret 2026, suasana di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung terasa berbeda. Tidak ada wajah tegang seperti hari kerja biasa. Senyum lebih mudah terbit, tangan-tangan saling terulur, dan ucapan minal aidin walfaizin mengalir hangat di antara para pegawai.

Di momen bulan Syawal 1447 Hijriah itu, Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud, Hj. Eka Afriana, S.Pd, mengajak seluruh jajaran untuk memaknai Idulfitri tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai awal yang baru, baik secara pribadi maupun dalam pekerjaan.

Apel pagi yang biasanya berlangsung formal, kali ini terasa lebih cair. Para kepala satuan pendidikan pada jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP, hingga para staf dan pejabat dinas setempat larut dalam suasana saling memaafkan. Tidak ada sekat jabatan, semua berdiri dalam posisi yang sama, manusia yang ingin kembali bersih setelah sebulan berpuasa.

Di sela-sela kehangatan itu, terselip harapan sederhana, yakni semangat kebersamaan ini tidak berhenti di hari itu saja.

“Setelah Lebaran, mari kita bekerja lebih baik. Mulailah dengan hal-hal yang baik dan positif guna mencapai tujuan kerja yang diharapkan,” pesan Plt Kepala Disdikbud kepada seluruh pegawai, pagi itu.

Bagi sebagian pegawai, kesempatan ini juga menjadi titik kembali setelah menjalani pola kerja fleksibel. Kini, rutinitas perlahan kembali seperti semula. Namun, ada sesuatu yang berbeda, suasana batin yang lebih ringan, hubungan kerja yang terasa lebih dekat.

Di dunia pendidikan, hal-hal kecil punya arti besar. Lingkungan kerja yang harmonis menjadi fondasi bagi lahirnya kinerja yang baik. Pegawai yang merasa nyaman, akan lebih mudah menyalurkan energi positifnya ke dalam pekerjaan.

Pesan kepada para kepala sekolah pun disampaikan dengan cara yang lebih membumi. Bekerja dengan baik bukan hanya soal aturan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan dari siswa, orang tua, hingga masyarakat.

Begitu pula dengan para PPPK, yang diingatkan untuk tetap menjaga disiplin. Di tengah suasana Lebaran yang penuh kehangatan, profesionalisme tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Syawal memang selalu punya cara sendiri untuk menyentuh sisi manusiawi. Tidak hanya membawa tradisi saling memaafkan, tetapi juga memberi ruang untuk memulai dengan hati yang lebih ringan dan niat yang lebih jernih. (ARYA)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close