Humaniora

23 Tahun Mengajar, Ribuan Doa Mengantar Ali Duki ke Peristirahatan Terakhir

"Dilepas Ketua PGRI Bandar Lampung"

DOK PGRI BANDAR LAMPUNG

SMARTNEWS.ID – Pagi di sebuah rumah di wilayah Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung itu terasa berbeda. Tidak ada lagi sapaan hangat yang biasa terdengar dari sosok pendidik yang selama puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan. Yang terdengar hanya lantunan doa, isak tangis yang tertahan, serta ucapan belasungkawa dari para pelayat yang terus berdatangan sejak dini hari.

Di rumah duka, Selasa, 2 Juni 2026, suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah Ali Duki, S.Pd.Gr Bin Khalik Ilyas, Kepala SD Negeri 1 Pasir Gintung, yang wafat pada Senin, 1 Juni 2026, dalam usia 54 tahun.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat, murid, para guru, hingga masyarakat yang mengenalnya. Selama 23 tahun mengabdi sebagai pendidik, Ali Duki dikenal sebagai sosok sederhana, bersahaja, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan pendidikan serta lingkungan sekitarnya.

Sejak pagi, halaman rumah duka dipenuhi kendaraan para pelayat. Mereka datang silih berganti. Ada yang mengenakan seragam dinas, pakaian guru, hingga warga sekitar yang sengaja menyempatkan diri untuk memberikan penghormatan terakhir.

Di antara kerumunan pelayat, tampak sejumlah guru yang sesekali mengusap air mata saat mengenang kebersamaan dengan almarhum. Banyak di antara mereka yang memilih duduk dalam diam, memandangi foto almarhum yang terpajang di ruang tamu rumah duka.

Tidak sedikit pelayat yang harus bergantian memasuki rumah karena jumlah pelayat yang terus bertambah. Ruangan yang dipenuhi kursi tampak sesak. Sebagian pelayat berdiri di teras, sementara lainnya memenuhi halaman rumah. Namun tidak satu pun terlihat tergesa meninggalkan lokasi. Mereka seolah ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk memberikan penghormatan kepada sosok yang selama hidupnya begitu dekat dengan banyak orang.

Ramainya pelayat yang hadir menjadi gambaran betapa besar rasa hormat dan kecintaan masyarakat terhadap almarhum. Bukan karena jabatan yang disandangnya sebagai kepala sekolah, melainkan karena ketulusan dan kebaikan yang selama ini ia tunjukkan kepada siapa saja.

Banyak yang mengenang Ali Duki sebagai pribadi yang mudah diajak berdiskusi, tidak pernah membeda-bedakan orang, serta selalu hadir ketika rekan atau warga membutuhkan bantuan. Sikap rendah hati itulah yang membuat namanya begitu melekat di hati banyak orang.

Suasana semakin mengharukan ketika prosesi pelepasan jenazah dimulai. Di hadapan keluarga, kerabat, sahabat, serta ratusan pelayat yang hadir, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd, memimpin pelepasan jenazah.

Dengan suara yang sesekali bergetar menahan haru, Eka Afriana yang juga Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung Lampung, itu menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk mencerdaskan generasi muda.

Di hadapan keluarga dan para pelayat, Eka mengatakan kepergian Ali Duki bukan hanya kehilangan bagi keluarga, melainkan juga duka mendalam bagi keluarga besar PGRI Kota Bandar Lampung.

“Hari ini kita kehilangan salah satu putra terbaik pendidikan. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh keluarga besar PGRI Kota Bandar Lampung. Almarhum adalah pejuang tanpa tanda jasa yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” ujar Eka.

Menurutnya, selama menjalani pengabdian sebagai guru hingga dipercaya memimpin SD Negeri 1 Pasir Gintung, Ali Duki dikenal sebagai sosok yang penuh dedikasi dan menjadi teladan bagi rekan-rekan sejawatnya.

“Selama hayatnya, almarhum telah menunjukkan keteladanan sebagai guru dan kepala sekolah yang baik. Beliau bekerja dengan penuh tanggung jawab, rendah hati, dan selalu mengedepankan kepentingan pendidikan. Sosok seperti beliau akan selalu dikenang oleh siapa pun yang pernah mengenalnya,” katanya.

Dalam suasana yang dipenuhi keharuan, Eka juga menyampaikan doa dan belasungkawa atas nama seluruh jajaran PGRI Kota Bandar Lampung kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama PGRI Kota Bandar Lampung, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga amal ibadah, jasa, serta pengabdian almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilaf dan dosanya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin,” tuturnya.

Ucapan itu disambut anggukan para pelayat yang hadir. Beberapa di antaranya tampak menundukkan kepala, sementara yang lain mengusap mata yang mulai berkaca-kaca. Di tengah suasana duka yang menyelimuti rumah itu, doa-doa terus mengalir mengiringi kepergian seorang pendidik yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan dan generasi penerus bangsa.

Prosesi tersebut berlangsung khidmat. Kepala-kepala sekolah, para guru, pengurus PGRI, hingga jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung tampak berdiri dengan wajah penuh kesedihan. Hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Dr. M. Nur Ramdhan, S.E., M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA, yang turut memberikan penghormatan terakhir.

Di tengah suasana itu, beberapa keluarga tampak tak kuasa menahan tangis ketika jenazah mulai dipersiapkan untuk diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir. Pelukan dan doa mengiringi langkah-langkah terakhir kepergian sosok yang selama hidupnya dikenal dekat dengan keluarga maupun lingkungan kerjanya.

Bagi dunia pendidikan Kota Bandar Lampung, kepergian Ali Duki bukan sekadar kehilangan seorang kepala sekolah. Ia adalah bagian dari perjalanan panjang pendidikan yang telah menorehkan dedikasi selama lebih dari dua dekade. (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close