Pendidikan

Mendikdasmen Dorong Growth Mindset Pelajar, Respons Tantangan Mutu dan Transformasi Pendidikan


SMARTNEWS.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong pelajar Indonesia untuk menanamkan growth mindset atau pola pikir bertumbuh sebagai fondasi menghadapi tantangan pendidikan di era perubahan cepat.

Dalam sebuah forum bersama pelajar, Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh ketiadaan kegagalan, melainkan kemampuan individu untuk bangkit dan belajar dari pengalaman.

“Orang hebat bukan mereka yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang mampu belajar dari setiap pengalaman yang pernah terjadi dalam dirinya,” ujarnya disitat dari laman kemendikdasmen, Kamis, 19 Maret 2026.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam membangun kebiasaan positif. Menurutnya, perubahan besar dalam kualitas diri pelajar harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dorongan tersebut muncul di tengah tantangan peningkatan mutu pendidikan nasional, terutama dalam membangun karakter pelajar yang adaptif, tangguh, dan siap menghadapi disrupsi teknologi maupun dinamika global.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, menegaskan forum ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kedekatan dengan peserta didik sebagai subjek utama pendidikan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai program-program prioritas, mendengarkan aspirasi mereka, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda kita,” kata Suharti.

Forum tersebut juga melibatkan berbagai organisasi pelajar lintas latar belakang, seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Persatuan Islam, serta Komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa (PPM). Keterlibatan ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan komunikasi kebijakan sekaligus memperkuat partisipasi pelajar.

Diseminasi Program Strategis

Selain penguatan karakter, forum ini menjadi ajang diseminasi sejumlah program prioritas pemerintah. Salah satunya adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yang menitikberatkan pada pembentukan rutinitas positif dalam keseharian pelajar, mulai dari disiplin bangun pagi hingga pola hidup sehat dan produktif.

Di sektor pembelajaran, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi pendidikan. Hingga Februari 2026, ratusan ribu papan interaktif pintar telah didistribusikan ke sekolah-sekolah untuk mendukung metode pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.

Upaya pemerataan akses pendidikan turut diperkuat melalui optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Kedua program ini difokuskan untuk menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Di sisi infrastruktur, pemerintah melanjutkan program revitalisasi satuan pendidikan yang telah menyasar lebih dari 16.000 sekolah. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak sebagai prasyarat peningkatan kualitas pendidikan.

Sinkronisasi Karakter dan Akses

Penguatan growth mindset yang didorong pemerintah menjadi bagian dari strategi besar membangun sumber daya manusia unggul. Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya pada aspek mentalitas, melainkan juga kesenjangan akses dan kualitas pendidikan antarwilayah.

Melalui kombinasi penguatan karakter, digitalisasi, bantuan pendidikan, dan perbaikan infrastruktur, pemerintah berupaya menjawab persoalan tersebut secara simultan.

Pendekatan ini menempatkan pelajar tidak hanya sebagai penerima kebijakan, tetapi juga sebagai aktor utama dalam transformasi pendidikan nasional. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close