SMARTNEWS.ID – Upaya meningkatkan budaya baca di kalangan pelajar terus dilakukan oleh Universitas Lampung (Unila). Melalui program tahunan Literasi Bergerak, Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Unila memperluas perannya dengan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi siswa sekaligus memperkuat pengelolaan perpustakaan sekolah.
Tahun 2026, program tersebut digelar di SD Negeri Tanjung Gading, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan tidak hanya melibatkan mahasiswa sebagai relawan literasi, tetapi juga diikuti langsung oleh para pustakawan Unila yang memberikan pendampingan kepada guru dan pengelola perpustakaan sekolah.
Kehadiran pustakawan di tengah lingkungan sekolah menjadi langkah baru yang menunjukkan komitmen Unila dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi. Selain mengajak siswa untuk lebih dekat dengan buku, para pustakawan juga berbagi pengalaman terkait pengelolaan perpustakaan agar lebih menarik dan bermanfaat bagi warga sekolah.
Pustakawan senior Unila, Anita Ekarini, mengatakan pihaknya ingin memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mendorong perkembangan literasi di daerah. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang mampu membangun minat baca generasi muda.
“Kami berharap kehadiran pustakawan di sekolah dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam pengelolaan perpustakaan maupun dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan siswa,” ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.
Program yang mengangkat tema “Dari Kampus ke Sekolah: Perpustakaan Unila Bentuk Generasi Cerdas Literasi” tersebut juga menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
Selain menggelar berbagai aktivitas literasi bagi siswa, tim Perpustakaan Unila membuka ruang diskusi dengan guru dan pengelola perpustakaan sekolah mengenai strategi pengembangan layanan perpustakaan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, penguatan literasi harus dimulai sejak usia sekolah dasar karena menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat hubungan antara kampus dan sekolah serta meningkatkan wawasan literasi. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan masyarakat, terutama di tingkat dasar,” katanya.
Melalui program Literasi Bergerak, Unila berharap budaya membaca semakin tumbuh di lingkungan sekolah dan perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang aktif, kreatif, serta mampu mendukung lahirnya generasi yang cakap literasi dan siap menghadapi tantangan masa depan. (***)