SMARTNEWS.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila). Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Nisrina Athiyya Kamila, berhasil meraih gelar Duta Anti Narkoba MUI Provinsi Lampung 2026 setelah melalui serangkaian seleksi yang kompetitif.
Capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membuka ruang pengabdian yang lebih luas bagi Nisrina untuk terlibat dalam upaya penyelamatan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Dalam ajang yang bermitra dengan The Face of Lampung tersebut, Nisrina juga berhasil meraih penghargaan Best Intelegensia 1 serta menempati posisi 3rd The Face of Lampung 2026.
Menurut Nisrina, gelar yang diraihnya merupakan tanggung jawab besar untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya kalangan remaja, mengenai pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif narkoba dan perilaku hidup tidak sehat.
“Saya ingin menjadi bagian dari gerakan yang mengajak generasi muda lebih peduli terhadap masa depan mereka. Edukasi dan pencegahan harus dimulai sejak dini agar anak-anak dan remaja memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya narkoba,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Perjalanan menuju gelar tersebut tidak berlangsung singkat. Nisrina harus melewati berbagai tahapan seleksi mulai dari pendaftaran, wawancara, hingga pra-karantina yang berlangsung selama dua bulan secara daring. Pada tahap tersebut para finalis ditantang menunjukkan kemampuan komunikasi, wawasan, dan kepedulian sosial melalui berbagai agenda penilaian.
Puncaknya, Nisrina mengikuti karantina dan grand final yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah di Lampung. Berkat kemampuan akademik, kepercayaan diri, dan komitmennya terhadap isu sosial, ia berhasil memperoleh predikat Duta Anti Narkoba MUI Provinsi Lampung 2026.
Usai dinobatkan sebagai duta, Nisrina langsung aktif turun ke lapangan bersama Gannas Annar MUI Provinsi Lampung untuk memberikan sosialisasi di sejumlah sekolah menengah atas di Bandar Lampung. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak pelajar memahami dampak buruk narkoba serta pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat.
Tidak hanya menyasar kalangan remaja, mahasiswi PG PAUD itu juga memanfaatkan kompetensi yang dimilikinya sebagai calon pendidik anak usia dini untuk menanamkan nilai-nilai hidup sehat kepada anak-anak. Melalui kegiatan belajar mengajar, ia mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi rokok, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dapat membahayakan diri.
Di tengah aktivitas perkuliahan, Nisrina tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pendidikan dan tugas sosial yang diembannya. Baginya, prestasi yang diraih harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Kiprah Nisrina menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dapat berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam membangun kesadaran masyarakat. Melalui peran tersebut, ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil bagian dalam gerakan pencegahan narkoba demi menciptakan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. (***)